Tak Lagi Mengudara, 5 Mantan Pramugari Banting Setir Jualan Makanan

Tak Lagi Mengudara, 5 Mantan Pramugari Banting Setir Jualan Makanan

Diah Afrilian - detikFood
Selasa, 14 Apr 2026 18:30 WIB
Demi Anak, Mantan Pramugari Alih Profesi Jualan Nasi Lemak
Foto: The New Paper
Jakarta -

Tak mudah menyerah, para pramugari yang tak lagi mengudara tetap gigih bertahan hidup. Alih profesinya pada bisnis kuline rupanya membawa kesuksesan baru.

Bekerja sebagai pramugari atau awak kabin kerap dianggap sebagai profesi yang menjanjikan. Gaji yang besar serta kesempatan untuk keliling dunia membuat banyak orang ingin mencobanya.

Namun, seperti pekerjaan lain, menjadi awak kabin juga punya tantangannya sendiri. Stres pekerjaan hingga pemutusan hubungan kerja, tak bisa dihindari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa pramugari bahkan ada yang memilih untuk meninggalkan profesinya. Masuk ke ranah bisnis kuliner, tak disangka pilihan hidupnya justru membuka kesuksesan yang baru.

Berikut ini 5 kisah pramugari yang banting setir bisnis kuliner:

Mantan pramugari jualan kopi keliling.Mantan pramugari jualan kopi keliling. Foto: Verena Ayu Fia Septiana

1. Mantan Pramugari Jualan Kopi Keliling

Setelah hampir 10 tahun bekerja sebagai pramugari, Verena Ayu Fia Septiana memutuskan meninggalkan profesinya sebagai pramugari dan memulai hidup baru di Solo. Keputusan itu diambil setelah ia menikah dan memilih mengikuti suaminya, meski harus melepas profesi yang selama ini identik dengan gaya hidup glamor.

ADVERTISEMENT

Hingga akhirnya ia memberanikan diri mencoba usaha kopi keliling sebagai kegiatan baru. Usaha kopi kelilingnya yang bernama Kopi Asmarasa sukses menarik perhatian warga sekitar Colomadu.

Verena berjualan dari pagi hingga sore dengan pilihan menu yang cukup beragam, mulai dari Americano hingga kopi dengan rasa manis seperti gula aren, tiramisu, dan pandan dengan harga terjangkau. Menariknya, ia mengaku tidak memiliki latar belakang sebagai barista, bahkan sebelumnya tidak terlalu suka kopi.

2. Mantan Pramugari Jualan Nasi Lemak

Setelah bertahun-tahun berkarier sebagai pramugari di maskapai ternama, Masita Ghani memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya demi keluarga. Selama 10 tahun bekerja, ia merasa kehilangan banyak waktu bersama anak-anaknya karena sering bepergian.

Keputusan besar itu pun diambil agar ia bisa lebih dekat dan hadir dalam kehidupan keluarganya. Usai resign, Masita sempat mencoba bekerja di toko kosmetik, namun tetap merasa waktunya tersita dan belum bisa sepenuhnya fokus pada keluarga.

Hingga akhirnya ia memilih membuka usaha kuliner sederhana dengan berjualan nasi lemak di kawasan Serangoon Gardens Market, Singapura. Kedai tersebut diberi nama Aliff Nasi Lemak, terinspirasi dari nama anaknya, dan dijalankan bersama sang suami.

3. Bisnis Coffee Truck Milik Mantan Pramugari

Di tengah deretan gedung perkantoran kawasan Sudirman, hadir coffee truck unik bernama Nomade Coffee yang ternyata digagas oleh mantan pramugari Singapore Airlines, Rachel. Usaha ini menjadi langkah pertamanya di dunia bisnis setelah sebelumnya terbiasa berkeliling dunia sebagai awak kabin.

Berbekal pengalaman tersebut, ia justru menemukan inspirasi dari tren street coffee di berbagai negara yang pernah ia kunjungi. Untuk mewujudkan konsep tersebut, Rachel melakukan riset serius hingga ke Inggris dan Prancis.

Ia mempelajari langsung bagaimana coffee truck beroperasi, mulai dari desain, sistem kerja, hingga racikan kopi. Bersama suami dan timnya, ia kemudian mengembangkan konsep street coffee yang disesuaikan dengan pasar Indonesia, termasuk menyulap motor roda tiga menjadi kedai kopi berjalan yang praktis namun tetap menarik.

Mantan Pramugari Ini Mantap Banting Setir Jadi Pemilik Kafe BagelMantan Pramugari Ini Mantap Banting Setir Jadi Pemilik Kafe Bagel Foto: Claire Tan via Weird Kaya

4. Mantan Pramugari Buka Kafe Bagel

Keputusan berani diambil oleh Claire Tan, mantan pramugari yang kini sukses beralih profesi menjadi pemilik kafe bagel di Kuala Lumpur, Malaysia. Setelah sebelumnya menjalani karier di dunia penerbangan, ia memilih mengejar passion di bidang kuliner yang sudah lama diimpikan sejak muda.

Keinginan itu tak lepas dari pengaruh sang ibu yang gemar memasak dan membuat kue. Dengan dukungan suami, Claire mendirikan kafe Grumpy Bagels pada 2024.

Meski sempat mendapat kritik karena tekstur bagelnya dianggap terlalu keras, ia terus berinovasi hingga menemukan resep yang lebih sesuai dengan selera lokal. Kini, kafe miliknya justru ramai peminat dengan berbagai varian bagel unik.

5. Kena PHK, Mantan Pramugari Sukses Jualan Kue

Nasib pahit dialami seorang pramugari cantik yang harus kehilangan pekerjaannya akibat pandemi COVID-19. Seperti banyak pekerja di industri penerbangan lainnya, ia terkena PHK ketika kondisi maskapai menurun drastis.

Tak ingin larut dalam keterpurukan, ia mulai menekuni usaha membuat dan menjual kue. Berawal dari dapur rumah, ia memproduksi berbagai jenis kue yang kemudian dipasarkan secara online.

Perlahan tapi pasti, usahanya mulai berkembang dan mendapat banyak pesanan dari pelanggan yang tertarik dengan kualitas serta rasa kuenya. Kini, bisnis kue yang dirintisnya justru berkembang pesat hingga mampu menjual ribuan kue.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Mengintip Bisnis Kuliner Japanese Fusion Rieta Amilia di Kemang"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads