Harga cabai rawit di pasaran melonjak hingga menembus Rp 90.000 per kilogram. Untuk mengakali penggunaannya, perhatikan tips menyimpannya agar awet dan lebih hemat.
Cabai termasuk bahan dapur andalan yang biasa digunakan pada masakan Indonesia. Biasanya digunakan pada campuran bumbu dasar bersama rempah-rempah lain.
Selain itu, cabai juga jadi bahan utama pada pembuatan sambal. Khususnya cabai rawit merah yang terkenal dengan rasa pedasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya cabai rawit merah ini digunakan pada racikan sambal bawang. Cabai rawit merah juga banyak distok di rumah untuk digunakan sebagai penyedap bumbu tumisan.
Cabai rawit merah yang umum ditemui di dapur ini sekarang mengalami kelonjakan harga. Harganya mencapai Rp 90.000 per kilogram yang dipicu cuaca panas ekstrem atau kemarau panjang yang mengganggu ketersediaan air.
Tak hanya cabai rawit merah, tapi juga jenis cabai merah keriting yang harganya melesat 9% menjadi Rp 62.950 per kilogram. Informasi ini berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI), seperti dikutip dari detikFinance (14/9/2026).
Harga cabai yang melonjak tajam ini membuat banyak orang harus lebih berhemat menggunakan cabai rawit merah atau keriting sebagai bahan utama. Cara menyimpannya juga perlu diperhatikan agar kondisinya tetap awet segar.
Jika ingin rasa pedas lain, kamu juga bisa mengganti cabai rawit merah dengan bahan alternatif. Di antaranya ada merica, jahe, hingga paprika.
Baca juga: Biang Kerok Harga Cabai Tembus Rp 90 Ribu/Kg |
Berikut tips menyimpan dan jenis alternatif cabai untuk menghasilkan sensasi pedas:
1. Pilih cabai rawit yang segar
Harga cabai rawit merah melonjak, ini tips menyimpannnya Foto: Getty Images/iStockphoto/hasuorium |
Cabai yang ditawarkan di pasar tradisional biasanya belum dikemas per gram, melainkan masih dikumpulkan menjadi satu oleh sang penjual. Pelanggan bisa mengambil secara acak cabai mana yang akan dibelinya.
Perhatikan karakteristik cabai rawitnya, pilih yang masih segar dengan kondisi kulit mulus, tidak berjamur, dan permukaannya harus keras.
Cabai yang berkualitas baik juga harus memiliki warna terang. Pada permukaannya tidak ada bagian yang menghitam.
Cabai yang segar juga bisa dilihat dari batangnya. Batang cabai yang utuh umumnya lebih segar dibandingkan cabai tanpa batang.
2. Tips menyimpan cabai rawit
Penyimpanan cabai rawit yang cocok dalam jangka pendek bisa pada suhu ruang. Pastikan cabai rawit dalam kondisi kering dan masukkan ke wadah kedap udara untuk mencegah kelembapan.
Cabai rawit juga bisa disimpan dalam kulkas untuk jangka waktu agak lama. Caranya tak perlu dicuci terlebih dahulu, karena air sisa cucian dapat membuat cabai rawit menjadi lembab dan cepat busuk.
Buang tangkai cabai rawit, lalu tempatkan cabai dalam wadah kedap udara atau kantong plastik yang bisa ditutup kembali. Jangan lupa alasi wadah tersebut dengan tisu dapur yang berfungsi sebagai penyerap uap air.
3. Bekukan cabai rawit
Kalau ingin tahan lebih lama lagi, kamu bisa mengandalkan penyimpanan di freezer. Caranya dengan merebus cabai rawit untuk mempertahankan rasa dan tekstur, lalu rendam air dingin untuk menghentikan proses pemasakan.
Kemudian, keringkan cabai rawit terlebih dahulu dan masukkan ke dalam wadah kedap udara setelahnya. Letakkan secara mendatar di dalam freezer untuk mendorong pembekuan yang merata.
Pembekuan cabai rawit ini dapat menjaga panas dan rasa cabai selama berbulan-bulan. Cocok sekali untuk menyimpan cabai sebagai stok selama puasa 1 bulan.
4. Alternatif cabai rawit merah
Harga cabai rawit merah melonjak, ini tips menyimpannnya Foto: Getty Images/iStockphoto/hasuorium |
Jika ingin menghasilkan rasa pedas pada masakan, kamu bisa mengganti cabai rawit merah dengan bahan lainnya kalau merasa harganya masih sangat mahal. Salah satunya menggunakan cabai kering.
Cabai kering ini bisa disimpan dalam waktu yang lama, rasanya juga bisa terjaga tetap segar. Sensasi pedas dari cabai rawit kering juga tak kalah dari yang masih segar.
Selain cabai kering, lada putih (merica) juga bisa menghasilkan rasa pedas pada makanan. Kamu bisa menambahkan merica bubuk ke dalam bumbu masakan, biasanya untuk sup atau tumisan.
Bubuk paprika juga cocok dijadikan pengganti cabai rawit merah. Biasanya dijadikan campuran bumbu untuk sajian tumisan yang sedap.
Bubuk cabai juga bisa kamu gunakan sebagai alternatif penggunaan cabai. Banyak ditawarkan di pasaran dengan harga yang relatif murah. Kamu bisa menambahkannya pada campuran bumbu masakan.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (yms/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN