×
Ad

Harga Cabai Rawit Merah Rp 90 Ribu/Kg, Simak Tips Simpan dan Alternatifnya

Yenny Mustika Sari - detikFood
Senin, 14 Sep 2026 14:00 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/hasuorium
Jakarta -

Harga cabai rawit di pasaran melonjak hingga menembus Rp 90.000 per kilogram. Untuk mengakali penggunaannya, perhatikan tips menyimpannya agar awet dan lebih hemat.

Cabai termasuk bahan dapur andalan yang biasa digunakan pada masakan Indonesia. Biasanya digunakan pada campuran bumbu dasar bersama rempah-rempah lain.

Selain itu, cabai juga jadi bahan utama pada pembuatan sambal. Khususnya cabai rawit merah yang terkenal dengan rasa pedasnya.

Biasanya cabai rawit merah ini digunakan pada racikan sambal bawang. Cabai rawit merah juga banyak distok di rumah untuk digunakan sebagai penyedap bumbu tumisan.

Cabai rawit merah yang umum ditemui di dapur ini sekarang mengalami kelonjakan harga. Harganya mencapai Rp 90.000 per kilogram yang dipicu cuaca panas ekstrem atau kemarau panjang yang mengganggu ketersediaan air.

Tak hanya cabai rawit merah, tapi juga jenis cabai merah keriting yang harganya melesat 9% menjadi Rp 62.950 per kilogram. Informasi ini berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI), seperti dikutip dari detikFinance (14/9/2026).

Harga cabai yang melonjak tajam ini membuat banyak orang harus lebih berhemat menggunakan cabai rawit merah atau keriting sebagai bahan utama. Cara menyimpannya juga perlu diperhatikan agar kondisinya tetap awet segar.

Jika ingin rasa pedas lain, kamu juga bisa mengganti cabai rawit merah dengan bahan alternatif. Di antaranya ada merica, jahe, hingga paprika.

Berikut tips menyimpan dan jenis alternatif cabai untuk menghasilkan sensasi pedas:

1. Pilih cabai rawit yang segar

Harga cabai rawit merah melonjak, ini tips menyimpannnya Foto: Getty Images/iStockphoto/hasuorium

Cabai yang ditawarkan di pasar tradisional biasanya belum dikemas per gram, melainkan masih dikumpulkan menjadi satu oleh sang penjual. Pelanggan bisa mengambil secara acak cabai mana yang akan dibelinya.

Perhatikan karakteristik cabai rawitnya, pilih yang masih segar dengan kondisi kulit mulus, tidak berjamur, dan permukaannya harus keras.

Cabai yang berkualitas baik juga harus memiliki warna terang. Pada permukaannya tidak ada bagian yang menghitam.

Cabai yang segar juga bisa dilihat dari batangnya. Batang cabai yang utuh umumnya lebih segar dibandingkan cabai tanpa batang.

2. Tips menyimpan cabai rawit

Penyimpanan cabai rawit yang cocok dalam jangka pendek bisa pada suhu ruang. Pastikan cabai rawit dalam kondisi kering dan masukkan ke wadah kedap udara untuk mencegah kelembapan.

Cabai rawit juga bisa disimpan dalam kulkas untuk jangka waktu agak lama. Caranya tak perlu dicuci terlebih dahulu, karena air sisa cucian dapat membuat cabai rawit menjadi lembab dan cepat busuk.

Buang tangkai cabai rawit, lalu tempatkan cabai dalam wadah kedap udara atau kantong plastik yang bisa ditutup kembali. Jangan lupa alasi wadah tersebut dengan tisu dapur yang berfungsi sebagai penyerap uap air.



Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"


(yms/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork