Kopi luwak dikenal mahal karena langka dan punya proses produksi unik. Tak hanya demi keuntungan, produsen juga mementingkan kesejahteraan luwak.
Kopi luwak dikenal sebagai salah satu kopi paling unik di dunia. Harganya pun kerap membuat pencinta kopi penasaran.
Di balik secangkir kopi ini, ada proses panjang yang melibatkan hewan dan biji kopi. Popularitasnya juga membuat kopi luwak memiliki citra sebagai minuman eksklusif.
Namun, harga tinggi tidak selalu berarti kualitas rasa yang paling unggul. Ada sejumlah faktor lain yang ikut membuat kopi ini bernilai mahal.
Berikut ini 5 alasan kopi luwak berharga tinggi:
1. Proses Produksi yang Rumit
Kopi luwak dibuat dari biji kopi yang dimakan luwak. Biji tersebut kemudian keluar bersama kotoran, lalu dikumpulkan untuk diproses menjadi kopi.
Di dalam pencernaan luwak, biji mengalami pengaruh enzim dan mikroorganisme. Proses ini disebut dapat membuat rasa kopi lebih lembut dan tingkat keasamannya lebih rendah.
Setelah dikumpulkan, biji harus dicuci dan dikeringkan. Biji kemudian dikupas, disortir, disangrai, lalu diolah seperti kopi pada umumnya.
2. Stoknya Terbatas
Kopi luwak yang berasal dari luwak liar membutuhkan proses pengumpulan secara manual. Biji kopi harus dicari dari kotoran luwak yang hidup bebas di habitatnya.
Cara tersebut membuat jumlah biji yang bisa diperoleh relatif terbatas. Pasokan yang sedikit kemudian menjadi salah satu faktor yang mendorong harga kopi luwak menjadi tinggi.
National Geographic mencatat harga kopi luwak bisa mencapai US$600 (Rp10,5 juta) per 450 gram untuk biji yang dikumpulkan dari luwak liar. Jika dijual sebagai minuman, harganya bahkan dapat mencapai US$100 (Rp1,7 juta) per cangkir.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(dfl/adr)