5 Keistimewaan Kopi Kintamani, dari Tanah Vulkanik hingga Rasa Citrus

Ngopi Yuk!

5 Keistimewaan Kopi Kintamani, dari Tanah Vulkanik hingga Rasa Citrus

Atiqa Rana - detikFood
Sabtu, 05 Sep 2026 07:00 WIB
5 Fakta Biji Kopi Kintamani Bali yang Populer di Dunia
Foto: FnB
Jakarta -

Biji kopi dari Kintamani, Bali termasuk yang populer dan terbaik di dunia. Lantas, apa yang menjadikannya begitu istimewa? Berikut faktanya!

Indonesia tercatat sebagai negara penghasil kopi terbesar dunia dalam periode pemasaran tahun 2025/2026. Menurut data USDA Foreign Agricultular Service, produksi kopi Inodneisa mencapai 12,37 juta kantong berkapasitas 60 kilogram atau setara dengan sekitar 742 ribu ton dari produksi kopi global, lapor @gnfi (29/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terdapat beragam biji kopi yang diproduksi di Indonesia. Asalnya dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, sampai Bali.

Salah satu yang populer dan istimewa adalah biji kopi asal Kintamani, Bali. Kalau kopi dari Jawa atau Sumatra rata-rata punya cita rasa dalam, seperti kayu, kopi dari Kintamani justru sebaliknya. Kopi ini punya rasa yang 'clean' atau bersih dan mirip dengan buah jeruk segar.

ADVERTISEMENT

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut keistimewaan lebih lanjut biji kopi Kintamani, Bali.

1. Ditanam dengan cara tradisional

Biji kopiBiji kopi Kintamani masih ditanam dengan cara tradisional. Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Sebagian besar biji kopi yang tersebar di Jawa dan Sumatra asalnya dari era kolonial Belanda. Namun, biji kopi Kintamani dibawa langsung oleh petani lokal dari lombok. Kopi kintamani lalu ditanam dalam ketinggian 900-1000 mdpl dekat Gunung Batur.

Biji kopi Kintamani Bali ditanam sesuai dengan filosofi 'Tri Hita Karana' yang jika diterjemahkan artinya 'tiga penyebab kebahagiaan.' Sejalan dengan filosofi ini, semua proses penanaman hingga panen dilakukan secara alami dan tradisional. Filosofi tersebut juga memiliki arti untuk menjaga keseimbangan alam, lapor nescafe.com (4/9).

Kehadiran perkebunan kopi Kintamani ditujukan untuk menjaga keseimbangan alam dengan menggunakan sistem irigasi subak, pupuk organik, dan tanpa pestisida. Penanaman pohonnya juga beriringan dengan pohon jeruk atau sayuran lainnya.

2. Tumbuh di tanah vulkanik dan iklim mikro

biji kopiBiji kopi satu ini juga ditanamnya dalam tanah vulkanik. Foto: iStock

Tanaman kopi kintamani yang tumbuh di gunung Batur membuatnya menjadi istimewa. Gunung Batur dikenal sebagai gunung merapi yang masih aktif. Oleh karena itu, gunung ini memiliki tanah yang kaya akan mineral.

Kopi yang ditanam di ketinggian berkisar antara 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut itu juga penting. Sebab, udara pegunungan yang sejuk bisa memperlambat laju pematangan buah kopi. Memungkinkan gula alami di alamnya bisa berkembang sepenuhnya.



3. Aroma spesial seperti jeruk

Biji kopiAroma dan rasa biji kopi ini dikenal citrusy seperti jeruk. Foto: iStock

Aroma dan cita rasa biji kopi Kintamani sangat khas, yaitu citrusy atau seperti jeruk. Rupanya ada alasan di balik hal tersebut.

Rasa ini sepenuhnya alami, berasal dari penanaman yang berdampingan dengan pohon jeruk. Di perkebunan, kopi Kintamani ditanam di sela-sela pohon jeruk dan kakao.

Daun-daun besar dari pohon jeruk menciptakan naungan yang melindungi tanaman kopi dari terik matahari sore. Di bawah tanah, akar-akarnya juga berbagi tanah vulkanik yang sama dan bertukar nutrisi. Menghasilkan biji kopi Kintamani menyerap rasa dari pohon buah-buahan di sekitarnya, lapor greenlot.coffee (4/9).

4. Cita rasa kopi spesial

Tak sekadar beraroma seperti jeruk, cita rasanya juga dikenal istimewa. Ketika pertama kali disesap, cita rasa yang muncul akan berupa asam.

Aromanya manis dengan tingkat kepekatan menengah. Cita rasa kopi ini pun dikenal cocok bagi mereka yang suka kopi dengan sentuhan rasa segar dan agak berempah.

Kalau kamu melakukan cupping (metode untuk mengevaluasi aroma serta profil rasa kopi) terhadap biji kopi Kintamani, kopi ini punya rasa khas yang cenderung berupa manis, buah-buahan, hingga sentuhan rasa cokelat. Rasa manis yang terkandung secara alami punya rasa mirip, seperti karamel dan gula merah.

5. Cocok diseduh dengan berbagai metode

Kopi Kintamani mungkin bisa diseduh dengan berbagai metode. Namun, ada teknik penyeduhan yang disarankan agar tidak menganggu hasil akhir rasanya. Sebab, ketika diseduh dengan teknik tertentu, rasa aslinya justru menipis.

Salah satu teknik yang disarankan yaitu menghaluskan biji kopi dan menyeduhnya dengan metode tubruk atau tradisional. Metode ini akan memunculkan aroma lebih kuat. Biasanya warga lokal kerap menambah sedikit gula sebagai pemanis.

Namun, jika tidak terlalu suka rasa kopi pekat atau berampas, bia pilih metode V60 atau Chemex. Metode ini ini akan menghailkan rasa kopi lebih 'clean' dan mengeluarkan dominan rasa buah-buahan yang segar.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Pengusaha Kafe Belum Rasakan Dampak Kenaikan Harga Biji Kopi"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads