Bukan ayam atau sapi, hidangan khas Dayak ini justru menggunakan kelelawar sebagai bahan utama. Bahkan hidangan ini dipercaya sebagai obat.
Indonesia punya beragam kuliner tradisional dengan bahan yang mungkin terdengar tak biasa bagi sebagian orang. Salah satunya bangamat dari Kalimantan.
Bukan terbuat dari daging ayam, sapi, atau kambing, hidangan ini justru dari kelelawar. Cara mengolahnya pun cukup unik dan berkaitan erat dengan kebiasaan masyarakat Dayak.
Masyarakat setempat juga menjadikan hidangan ini sebagai obat. Hingga kini, bangamat kerap disajikan dalam acara adat.
Dikutip dari Visit Indonesia (3/9) berikut fakta menariknya.
1. Bangamat, Kuliner Khas Dayak dari Kelelawar
Masyarakat Dayak punya beragam makanan khas yang menggunakan bahan tak biasa, salah satunya kelelawar. Hidangan berbahan kelelawar ini dikenal dengan nama bangamat atau paing.
Bangamat merupakan kuliner tradisional Dayak Maanyan yang dibuat dari kelelawar besar jenis kalong. Jenis kelelawar yang digunakan adalah pemakan buah atau Pteropus vampyrus.
Berbeda dengan kelelawar pemakan serangga atau darah, kalong dipilih karena dianggap lebih bersih. Makanannya berupa buah-buahan sehingga rasanya juga dinilai lebih cocok untuk dikonsumsi.
2. Dulunya Dipercaya Jadi Obat
Konsumsi bangamat awalnya dipercaya masyarakat sebagai salah satu cara untuk mengatasi berbagai penyakit. Di antaranya asma, gatal-gatal, hingga penyakit kulit.
Masyarakat Dayak meyakini daging kelelawar memiliki khasiat tertentu untuk kesehatan. Namun, manfaat tersebut hingga kini belum terbukti secara ilmiah.
Karena itu, bangamat lebih tepat dilihat sebagai bagian dari tradisi kuliner masyarakat Dayak. Hidangan ini juga biasanya hanya disajikan pada acara adat atau momen tertentu.
Simak Video "Santai Bareng Keluarga di Rumah Makan dengan Suasana Perkampungan"
(raf/adr)