×
Ad

Ngopi Yuk!

Tak Bisa Minum Susu Sapi? Ini 5 Alternatif Susu yang Cocok buat Kopi

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 20 Agu 2026 07:00 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

Beberapa orang mungkin lebih bisa menikmati kopi yang diracik bersama tambahan susu. Namun, jika tidak bisa minum susu sapi, bisa ganti ke 5 produk ini.

Kopi biasanya tidak diminum begitu saja. Sebagian orang lebih menyukai ketika kopinya dipadukan dengan susu atau bahan tambahan lainnya. Susu menciptakan tekstur dan rasa lebih lembut dan tidak terlalu pahit di lidah.

Racikan kopi susu ini umumnya dinikmati oleh mereka yang tidak terbiasa dengan kopi terlalu pekat. Tetapi banyak juga diminum oleh kalangan yang punya masalah lambung sensitif atau memerlukan tambahan energi dan nutrisi seperti kalsium.

Kebanyakan orang mencampur kopi dengan susu dairy atau susu sapi. Namun, sebagian mungkin memiliki masalah intoleransi laktosa, sedang ingin diet kalori, atau memang ingin mencari sensasi rasa unik dan gurih.

Kalau kondisinya seperti itu, kamu bisa mengganti susu dairy ke susu non-dairy atau alternatif campuran lain. Dilansir dari nescafe.com (19/8), berikut daftar alternatif campuran kopi selain susu dairy!

1. Susu oat

Susu oat termasuk salah satu alternatif terbaik pengganti susu sapi. Foto: Getty Images/iStockphoto/YelenaYemchuk

Susu oat merupakan pengganti yang populer saat ini. Bahkan disebut-sebut menjadi mengganti susu dairy terbaik untuk kopi.

Banyak yang berpendapat bahwa susu oat hampir identik dengan susu sapi asli meskipun ada rasa oat yang khas. Susu ini dibuat dari campuran gandum utuh atau oat dan air yang dihaluskan, lalu disaring untuk diambil cairan putihnya.

Secara rasa, susu ini gurih alami. Teksturnya juga disukai karena kental atau creamy sehingga bisa menghasilkan busa yang banyak. Menjadikannya sempurna untuk campuran kopi, seperti latte atau cappuccino.

Susu oat juga relatif lebih rendah lemak tetapi kandungan proteinnya masih ada. Rata-rata dalam 240 ml susu oat terkandung sekitar 3-5 gram lemak dan 3 gram protein.

2. Susu almond

Susu almond juga bisa dipilih, meski mungkin rasa kacang khas tidak begitu cocok bagi semua orang. Foto: Getty Images/iStockphoto/sutlafk

Susu almond juga tak kalah populer. Namun, rasanya memang sedikit unik dibandingkan susu sapi. Susu ini dibuat dari campuran kacang almond dan air yang disaring. Rasanya cenderung gurih ringan dengan aroma kacang yang khas. Tekstur susu almond juga cenderung cair dan sedikit creamy

Karena ada rasa almond yang khas, susu ini lebih cocok dipadukan dengan biji kopi disangrai ringan dengan tingkat keasaman rendah. Jika tidak dipadukan dengan kopi ini, rasanya bisa terlalu pahit dan rentan menggumpal.

Dari sisi gizi, susu almond rendah kalori tetapi sayangnya rendah protein juga. Dalam gelas ukuran 240-250 ml susu almond, terkandung sekitar 1 gram protein hingga 30-40 kalori.

3. Coconut milk

Ada juga coconut milk bagi mereka yang suka rasa kelapa. Foto: iStock

Coconut milk merupakan cairan berwarna putih yang diambil dari perasan daging kelapa tua yang diparut. Di Indonesia, coconut milk sering disebut sebagai santan. Namun, standar internasional atau produk komersial sering kali merujuk pada santan encer atau susu nabati yang dipakai untuk menjadi pengganti susu sapi.

Susu ini ideal bagi mereka yang mencari cita rasa sedikit lebih eskotis pada kopi mereka. Jika suka rasa kelapa, pilihan ini juga sangat cocok. Namun, rasanya bisa cukup dominan, sehingga tidak cocok untuk semua orang.

Konsistensi coconut milk sangat kental dan lembut, sehingga tidak akan membuat kopi menjadi encer.

Kandungan kalori dalam coconut milk tergantung dari kekentalannya. Untuk yang murni mengandung sekitar 330 kalori dan 3,6 gram protein. Untuk coconut milk kemasan karton biasanya mengandung 30-70 kalori dengan 0-0,5 gram protein karena sudah banyak dicampur air.





Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"


(aqr/adr)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork