Produk cokelat yang dikenal mahal dan mewah ini membuat seorang pelanggan di Malaysia kecewa. Pasalnya, ia menemukan cokelat tersebut sudah berjamur!
Masalah keamanan dan higienitas makanan penting diperhatikan oleh setiap penjual makanan. Sebab, kedua hal ini dapat berdampak langsung ke kesehatan maupun kepercayaan pelanggan.
Sayangnya, beberapa kejadian menunjukkan bahwa tidak semua bisnis kuliner bisa memenuhi standar tersebut. Kelalaian, penyimpanan bahan baku, hingga kurangnya pengawasan kualitas bisa menyebabkan kejadian tidak menyenangkan dialami oleh pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya insiden yang dialami oleh seorang pelanggan di Malaysia baru-baru ini. Dalam unggahan di akun Threads @_aa_thmb (18/8), wanita ini membagikan keluhannya usai membeli satu box cokelat dari gerai Laderach, cabang Malaysia.
Produsen cokelat asal Swiss ini dikenal dengan kemewahannya karena menawarkan cokelat yang diproses lewat bean-to-bar secara mandiri dan menggunakan bahan-bahan segar berkualitas.
Dengan klaim tersebut, banyak pelanggan berekspektasi tinggi dengan kualitas dan rasa cokelat tersebut. Namun, ekspektasi pelanggan ini tampaknya dipatahkan karena ia menemukan hal tidak terduga di cokelat Laderach yang ia beli.
Jika dilihat dari unggahan foto dan video, pelanggan ini membeli satu box cokelat praline isi delapan dengan berbagai varian rasa. Namun, ditemukan jamur di salah satu cokelat varian trufle miliknya.
"Cokelat berjamur @laderachmalaysia sangat tidak bisa saya terima," tulis keterangan unggahan ini.
Wanita ini pun baru menyadari hal tersebut ketika ia sudah mengigit cokelatnya. Ia berpikir ada rasa aneh yang muncul. Ketika dilihat ternyata benar ada jamur di dalamnya. Ia juga mengungkap sampai harus memotek cokelat lainnya untuk memastikannya aman dari jamur.
Ini dia box isi cokelat yang dibeli oleh pelanggan tersebut di Laderach Malaysia. Foto: Threads @_aa_thmb |
"Bayangkan anak kecil memakan ini tanpa tahu apa pun. Ini tidak hanya mengecewakan, tetapi ini merupakan masalah keamanan pangan serius," ujarnya dalam unggahan.
Selain klaim soal kualitasnya, Laderach juga dikenal sebagai cokelat yang punya harga mahal. Pelanggan ini memang tidak menyebutkan nominal harga yang ia bayarkan. Namun, menurut penelusuran detikFood, satu box cokelat praline isi 8 harganya berkisar Rp 390.000 - Rp 400.000 an.
Unggahan ini menuai reaksi beragam dari netizen. Tidak sedikit yang merasa insiden tersebut perlu diselesaikan segera karena menyangkut masalah keamanan pangan serius.
Salah satu netizen dengan nama akun @chef_poi berkomentar, "Oh tidak ini masalah keamanan pangan serius. Benda seperti ini janganlah dianggap main-main karena bisa mengarah ke risiko kematian. Kalau terjadi seperti ini, pelanggan berhak tuntut ganti rugi. Semoga tidak ada masalah serius."
Netizen lain menjelaskan jika cokelat seperti ini biasanya dibuat secara khusus dengan resep dan teknik penanganan makanan serta lingkungan yang sangat presisi. Jadi, masalah ini merupakan tanda bahaya di dapur mereka dan harus dilaporkan.
Sayangnya pelanggan ini menemukan salah satu cokelatnya berjamur. Foto: Threads @_aa_thmb |
"Anda harus mengembalikannya ke konter agar mereka bisa menyampaikannya ke dapur pusat. Mereka bekerja dengan membuatnya dalam skala besar dan mungkin produk cokelat lain harus ditarik kembali demi keamanan," saran netizen ini.
"Bayar mahal sekali, dapat barang jelek seperti ini," komentar netizen lain.
Salah satu netizen berkomentar kalau Laderach merupakan merek cokelat favoritnya. Ia pun bertanya di cabang manakah netizen ini beli.
Pemilik akun @_aa_thmb menjawab kalau ia membelinya di cabang The Gardens Mall Mid Valley, Malaysia.
Sampai saat ini belum diketahui lanjutan dari kasus tersebut. Pihak Laderach Malaysia juga tampaknya belum memberi klarifikasi apa pun.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN