Banyak orang menganggap garam dan natrium merupakan dua hal sama. Faktanya, dua bahan ini memiliki perbedaan yang mungkin jarang diketahui.
Garam dan natrium merupakan salah satu bahan yang sering ditemukan dan dipakai dalam banyak makanan. Banyak yang menganggap 'garam' dan 'natrium' merupakan dua hal sama. Namun, garam dan natrium bukanlah sebuah sinonim. Mengetahui perbedannya menjadi penting untuk membuat pilihan makanan sehat.
Dilansir dari marthastewart.com (17/8), berikut perbedaan garam dan natrium yang penting untuk diketahui!
1. Mengenal garam dan natrium
Garam dapur: Menurut ahli Micah Roberts, garam dapur merupakan senyawa kristal yang mengandung natrium. Natrium ini biasnaya diperlukan untuk mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Garam dapur biasanya juga dikenal sebagai natrium klorida karena terbuat dari sekitar 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Satu sendok teh garam dapur saja mengandung sekitar 2.300 miligram natrium.
Natrium: Natrium adalah mineral murni yang dibutuhkan tubuh manusia agar berfungsi dengan baik. Natrium berperan sebagai pemberi sinyal saraf, kontraksi otot, dan keseimbangan cairan yang menjadikannya sebagai sebuah elektrolit. Natrium pun tidak hanya ada di dalam garam, tetapi juga ada dalam makanan alami dan pengawet.
2. Garam vs natrium
Merujuk pada penjelasan sebelumnya, garam merupakan bahan yang mengandung mineral natrium dengan klorida dan mineral lainnya. Garam juga mungkin mengandung zat tambahan, seperti yodium.
Namun, tidak dengan natrium. Menurut ahli Roberts, natrium dapat masuk ke dalam makanan melalui bahan-bahan yang mungkin tidak terasa terlalu asin. Misalnya baking soda, MSG, atau pengawet tertentu.
"Jadi, ketika label informasi nutrisi mencantumkan 'natrium', itu mengukur natrium dari semua sumber, bukan hanya garam yang ditaburkan pada makanan," ujar Roberts.
(aqr/adr)