5 Makanan dan Minuman yang Diam-Diam Bikin Darah Tinggi

5 Makanan dan Minuman yang Diam-Diam Bikin Darah Tinggi

Atiqa Rana - detikFood
Minggu, 14 Jun 2026 05:00 WIB
ilustrasi daging olahan
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Demi menjaga tekanan darah tetap stabil, asupan makanan sehari-hari harus diperhatikan. Hindari sejumlah makanan dan minuman yang bisa memperburuk tekanan darah.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi harus dihindari atau dikontrol karena dapat memicu kerusakan permanen pada dinding pembuluh darah. Faktornya beragam, tetapi salah satu yang memengaruhi adalah gaya hidup terutama jika mengonsumsi makanan tinggi garam.

Asupan garam tinggi telah terbukti telah mengganggu vasodiliatasi atau mencegah pembuluh darah mengembang untuk memungkinkan darah mengalir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, natrium bukan satu-satunya yang harus dihindari. Lemak jenuh, kolesterol, dan gula tambahan juga dikaitkan dengan hipertensi.

ADVERTISEMENT

Untuk menjaga tekanan darah dalam batas normal, perubahan gaya hidup perlu diterapkan. Beberapa makanan disarankan untuk dikonsumsi dan sebagian makanan lain perlu dihindari untuk menghindari tekanan darah tinggi.

Dilansir dari Money Talk News (12/6), berikut makanan dan minuman terburuk yang harus dihindari untuk mencegah hipertensi.

1. Roti

Roti tawarRoti tawar putih termasuk salah satu makanan yang mengandung natrium tersembunyi. Foto: Getty Images/iStockphoto/SasaJo

Roti mengandung natrium yang 'tersembunyi'. Biasanya natrium diperlukan untuk membantu proses fermentasi ragi dan memperbaiki tekstur. Satu potong roti dapat mengandung antara 80 dan 230 miligram natrium. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, total asupan kalori harian seseorang akan cepat meningkat.

Asupan natrium berlebihan akan menarik cairan ke dalam pembuluh darah dan memicu retensi air, hingga membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan tekanan darah.

Jika tetap ingin mengonsumsi roti, sebaiknya pilih roti gandum yang lebih tinggi serat dan dibuat tanpa pemanis buatan.

2. Keju

Keju cottageKeju cottage juga tidak boleh terlalu banyak dikonsumsi karena mengandung natrium tinggi. Foto: Getty Images/Arx0nt

Keju tertentu, seperti keju cottage secara sengaja ditambah garam selama proses pembuatannya. Produsen biasa menambahkan garam untuk membentuk dadih atau gumpalan, memberi sentuhan rasa gurih, untuk mengawetkan keju, serta mengatur kelembapan dan pertumbuhan bakteri baik.

Dalam setengah cangkir (sekitar 113 gram) keju cottage standar, terdapat sekitar 350 mg natrium yang dapat memicu penahanan cairan tubuh dan meningkatkan tekanan darah.

Selain itu, keju juga tinggi akan lemak yang dengan cepat menyebabkan kenaikan berat badan. Kelebihan berat badan bisa menyebabkan hipertensi dan penyakit kardiovaskular karena menambah tekanan pada jantung dan organ lainnya.

Jika ingin mengonsumsi keju, bisa pertimbangkan beberapa keju rendah lemak, seperti keju swiss, keju mozarella yang segar, hingga keju ricotta.



3. Daging olahan

Daging olahan, seperti sosis hingga bacon memang menjadi pilihan yang enak dan praktis. Tetapi makanan ini perlu dihindari jika kamu tidak ingin menghadapi masalah hipertensi.

Menurut USDA atau Departemen Pertanian Amerika Serikat, satu slice daging olahan menyediakan sekitar 123 miligram natrium. Jika dikonsumsi lebih dari satu slice, makan asupan natriumnya akan menjadi lebih tinggi.

Kandungan garam tinggi dalam daging olahan dapat mengikat air dalam tubuh, sehingga volume darah meningkat dan memberi tekanan berlebihan pada dinding pembuluh darah.

Kandungan lemak jenuh dan dan kandungan dan pengawet seperti nitrat di dalamnya juga bisa memicu peradangan hingga merusak elastisitas pembuluh darah.

4. Minuman bersoda

Ilustrasi minuman bersodaMinuman bersoda juga termasuk yang perlu dihindari karena kandungan kafein hingga natrium di dalamnya. Foto: Getty Images/bymuratdeniz

Soda juga menjadi minuman yang digemari banyak orang karena rasa manis dan menyegarkan. Sayangnya minuman ini termasuk yang terburuk dan bisa menyebabkan hipertensi.

Di dalam minuman bersoda terkandung kafein dan natrium yang bisa menjadi ancaman tinggi bagi tekanan darah.

Soda juga seringkali dibuat dengan tambahan sirup jagung atau fruktosa tinggi yang mana menurut beberapa uji klinis bisa meningkatkan tekanan darah, bahkan pada orang muda yang sehat.

Kandungan fruktosa tersebut juga memiliki kecenderungan untuk meningkatkan resistensi perifer total, yang artinya perlu lebih banyak tenaga untuk memindahkan darah ke seluruh tubuh.

5. Alkohol

Alkohol juga termasuk yang perlu dihindari. Mengonsumsi minuman ini tiga kali atau lebih sehari telah dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi.

Para ahli menduga alkohol berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dengan cara meningkatkan denyut jantung, volume stroke atau jumlah darah yang dipompa jantung per menit, hingga penyempitan pembuluh darah.

Alkohol juga bisa memicu pelepasan hormon stres (seperti kortisol dan adrenalin) serta memicu zat pengatur pembuluh darah (renin) yang membuat pembuluh darah menyempit. Akibatnya jantung harus memompa lebih keras dan dapat merusak organ dalam hingga meningkatkan risiko stroke.

American Heart Association merekomendasikan membatasi konsumsi alkohol tidak lebih dari dua minuman per hari untuk pria dan satu minuman untuk wanita.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads