×
Ad

Haru! Pemilik Warung Diam-diam Beri Makan Bocah Selama 2 Tahun

Riska Fitria - detikFood
Minggu, 09 Agu 2026 14:00 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

Pemilik warung nasi campur ini diam-diam memberi makan seorang anak selama 2 tahun, setelah kehilangan ibunya. Kebaikannya baru terungkap 8 tahun kemudian.

Sebuah kisah mengharukan dari Malaysia menyentuh hati banyak orang setelah seorang perempuan membagikan pengalaman masa kecilnya bersama pemilik warung nasi campur.

Perempuan tersebut baru mengetahui fakta sebenarnya delapan tahun kemudian, bahwa makanan yang ia nikmati selama hampir dua tahun ternyata diberikan dengan tulus tanpa meminta bayaran.

Dalam pengakuannya, perempuan itu menceritakan bahwa ia tumbuh dari keluarga orang tua tunggal.

Sejak kecil, ia lebih banyak diasuh oleh sang nenek karena ibunya harus bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti yang dikutip dari Wah Piang (19/5).

Ilustrasi penjual makanan. Foto: iStock

Saat usianya 10 tahun, sang ibu meninggal dunia karena sakit. Setelah itu, ia dan neneknya harus menjalani hidup dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

Sang nenek yang sudah pensiun bahkan kembali bekerja demi membiayai sekolah cucunya. Karena keterbatasan uang, keduanya sering kali hanya mengandalkan mi instan sebagai makanan sehari-hari.

Hingga suatu hari sepulang sekolah, anak tersebut mampir ke sebuah pusat jajanan dengan uang hanya Rp 8.700 di kantongnya.

Saat melewati sebuah warung nasi campur, pemilik warung memanggilnya dan menawarkan makanan. Ia mengatakan bahwa sang ibu pernah menitipkan uang sebelum meninggal dunia.

"Uang ibumu ditinggalkan di sini sebelum dia meninggal. Kalau kamu datang makan di sini, nanti saya kurangi dari uang itu," ujar pemilik warung tersebut seperti diceritakan kembali oleh perempuan itu.

Ilustrasi nasi campur. Foto: Threads

Dengan perasaan ragu, ia menerima tawaran tersebut. Setelah makan, ia mencoba menanyakan berapa biaya yang harus dibayar, tetapi pemilik warung menolak menerima uang.

Bahkan, ia juga memperbolehkannya membawa pulang makanan untuk sang nenek. Sejak saat itu, warung nasi campur tersebut menjadi tempat makan hariannya.

Setiap kali merasa khawatir uang titipan dari ibunya akan habis, pemilik warung selalu meyakinkannya bahwa uang tersebut masih banyak.

Selama hampir dua tahun, ia rutin makan di warung tersebut hingga akhirnya pindah untuk tinggal bersama ayah kandungnya pada 2014.

Saat kembali ke lingkungan lamanya ketika berusia 18 tahun, ia baru mengetahui kenyataan sebenarnya dari istri pemilik warung.

Ia mengungkap bahwa tidak pernah ada uang yang ditinggalkan oleh ibunya. Pemilik warung sengaja membuat cerita tersebut setelah mendengar kondisi keluarganya dari pelanggan lain, agar anak itu bisa makan tanpa merasa dikasihani.

Perempuan tersebut pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemilik warung yang telah memberinya makanan hangat saat keluarganya sedang kesulitan.

Baginya, kebaikan sederhana itu menjadi kenangan berharga yang tidak pernah terlupakan.



Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"

(raf/raf)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork