×
Ad

Wow! Melon 'Hantu' Super Manis Ini Dibanderol Rp500 Ribu

Riska Fitria - detikFood
Rabu, 29 Jul 2026 15:30 WIB
Foto: SoraNews24
Jakarta -

Dibudidayakan dengan air hidrogen hasil elektrolisis, melon premium Jepang ini memiliki rasa sangat manis. Harganya hampir Rp 500 ribu!

Melon premium asal Jepang kembali mencuri perhatian karena keistimewaannya. Kali ini ada Kusatsu Melon, melon premium dari Kota Kusatsu, Prefektur Shiga.

Melon tersebut dijuluki sebagai phantom melon atau 'melon hantu' lantaran jumlahnya sangat terbatas dan selalu habis terjual hanya dalam waktu sekitar 12 jam setiap musim panen.

Dikutip dari SoraNews24 (28/7) kusatsu Melon dikenal sebagai salah satu melon dengan tingkat kemanisan tertinggi di Jepang.

Melon ini diproduksi menggunakan metode budidaya khusus di Yokoe Farm yang memanfaatkan air hidrogen hasil elektrolisis (electrolysed hydrogen water).

panthom' Jepang" title="Melon 'panthom' Jepang" class="p_img_zoomin" caption="Melon 'panthom' Jepang" />Melon 'panthom' Jepang Foto: SoraNews24

Air yang bersifat sedikit basa tersebut dihasilkan dengan menyaring air keran lalu melewatkannya ke alat elektrolisis.

Metode ini dipercaya mampu menghasilkan buah dengan ukuran lebih besar sekaligus rasa yang jauh lebih manis.

Dalam sistem penilaian Kusatsu Melon, buah berukuran minimal 3L dengan tingkat kemanisan sedikitnya 14,6 derajat Brix akan memperoleh predikat tertinggi, yaitu Tokushu atau pilihan spesial.

Sementara itu, melon produksi Yokoe Farm secara konsisten mampu menghasilkan ukuran rata-rata 6L dengan tingkat kemanisan mencapai 17 hingga 18 derajat Brix.

Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu melon termanis di Jepang

panthom' Jepang" title="Melon 'panthom' Jepang" class="p_img_zoomin" caption="Melon 'panthom' Jepang" />Melon 'panthom' Jepang memiliki tingkas kemanisan 18 brix. Foto: SoraNews24

"Melon ini memiliki tingkat kemanisan sekitar 17-18 derajat Brix, jauh melampaui standar kategori premium Kusatsu Melon," demikian keterangan yang disampaikan dalam ulasan produk tersebut.

Keistimewaan melon ini sudah terasa bahkan sebelum disantap. Saat kotaknya dibuka, aroma manis khas melon langsung memenuhi ruangan.

Bentuknya oval sempurna dengan pola jaring pada kulit yang rapi dan bobotnya terasa padat, sehingga tampil sangat mewah sebagai buah premium maupun hadiah eksklusif.

Meski menggoda untuk langsung dipotong, pihak kebun menyarankan agar melon disimpan terlebih dahulu pada suhu ruang selama sekitar satu minggu hingga tingkat kematangannya benar-benar optimal.

panthom' Jepang" title="Melon 'panthom' Jepang" class="p_img_zoomin" caption="Melon 'panthom' Jepang" />Melon 'panthom' Jepang dijual dengan harga hampir Rp 500.000. Foto: SoraNews24

Setelah matang sempurna, tekstur daging buah menjadi sangat lembut, berair, dan menghasilkan rasa manis yang pekat.

"Saat digigit, rasa manisnya benar-benar berbeda dari melon yang pernah kami cicipi sebelumnya. Aromanya lembut, daging buahnya sangat berair, dan memberikan sensasi segar yang mewah," tulis pengulas.

Mereka juga mengakui sebagian kecil daging buah yang berada dekat kulit masih sedikit lebih keras karena seharusnya dibiarkan matang sedikit lebih lama.

Namun bagian tengah hingga mendekati biji memiliki tekstur yang sangat lembut dengan rasa manis yang lebih dalam dan kaya, sehingga seluruh buah habis disantap dalam sekali makan.

Harga Tokushu Kusatsu Melon produksi Yokoe Farm dibanderol mulai Rp 497.000, belum termasuk ongkos kirim.

Pengiriman dilakukan antara akhir Juni hingga awal Juli dan pembeli tidak dapat memilih tanggal pengiriman karena setiap buah baru dikirim setelah mencapai tingkat kematangan terbaik.

Tingginya kualitas membuat melon ini selalu menjadi buruan setiap musim panen. Tahun ini seluruh stok bahkan telah habis terjual hanya dalam waktu sekitar 12 jam sejak penjualan dibuka.

Bagi pencinta buah premium yang ingin mencicipinya, pihak Yokoe Farm menyarankan untuk memantau penjualan musim berikutnya yang biasanya dimulai pada pertengahan hingga akhir Juni.



Simak Video "Nasi Bungkus Jejepangan di Palmerah"

(raf/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork