×
Ad

Sudah Tahu Belum? Tembok China Dibangun dengan Beras Ketan!

Diah Afrilian - detikFood
Rabu, 29 Jul 2026 18:00 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta -

Tembok Besar China ternyata memiliki rahasia unik di balik kekuatannya. Beras ketan jadi campuran untuk membuat konstruksinya lebih kuat.

Tembok Besar China menjadi salah satu bangunan paling ikonik di dunia. Struktur panjang ini telah bertahan melewati berbagai perubahan zaman dan kondisi alam.

Di balik ketahanannya, terdapat teknologi konstruksi kuno yang menarik perhatian para peneliti. Salah satunya berkaitan dengan bahan sederhana yang selama ini lebih dikenal sebagai makanan.

Tembok Besar China membentang lebih dari 21.000 kilometer di wilayah utara China. Bagian paling awal dari bangunan ini diperkirakan telah dibuat sekitar 2.800 tahun lalu.

Golden Week' holiday on October 4, 2020 in Beijing, China. Officials are expecting the Golden Week holiday to boost China's consumer economy as people were encouraged to use the eight-day break to travel and spend. Tourist sites including the Great Wall were packed, with tickets selling out most days given pandemic restrictions and capacity capped at 75%. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)" title="Tembok Besar China Penuh Wisatawan Saat Libur Nasional" class="p_img_zoomin" caption="BEIJING, CHINA - OCTOBER 04: A Chinese tourist poses as her photo is taken by a friend as they visit a crowded section of the Great Wall at Badaling after tickets sold out during the 'Golden Week' holiday on October 4, 2020 in Beijing, China. Officials are expecting the Golden Week holiday to boost China's consumer economy as people were encouraged to use the eight-day break to travel and spend. Tourist sites including the Great Wall were packed, with tickets selling out most days given pandemic restrictions and capacity capped at 75%. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)" />Ada fakta unik di balik gagahnya Tembok Besar China. Foto: Getty Images/Kevin Frayer

Dilansir dari Times of India, (27/7/2026), penelitian menunjukkan adanya bahan unik dalam konstruksi sejumlah bagian tembok. Bahan tersebut disebut berperan penting dalam membuat perekat bangunan menjadi lebih kuat dan tahan lama.

Bahan yang dimaksud adalah beras ketan. Pada masa Dinasti Ming, sup beras ketan dicampurkan dengan kapur untuk membuat adukan perekat batu bata.

Campuran tersebut dikenal sebagai sticky rice mortar atau mortar beras ketan. Teknologi ini menjadi salah satu contoh awal penggunaan material organik dan anorganik dalam konstruksi.

Peneliti menemukan kandungan amilopektin dalam beras ketan menjadi bagian penting dari campuran tersebut. Karbohidrat ini membantu menghasilkan struktur adukan yang lebih padat dan kompak.

Ternyata untuk membuatnya kokoh ada campuran beras ketan dalam konstruksinya. Foto: freepik/Freepik

Ketika berinteraksi dengan kalsium karbonat dari adukan kapur, amilopektin memberikan efek tertentu. Campuran tersebut disebut mampu membantu mengurangi retakan sekaligus meningkatkan daya rekat.

Mortar beras ketan juga dikaitkan dengan ketahanan terhadap kerusakan akibat air. Hal ini membuat struktur yang menggunakan bahan tersebut dapat bertahan menghadapi berbagai kondisi lingkungan.

Penelitian dari Zhejiang University menunjukkan mortar beras ketan memiliki kekuatan mekanis yang baik. Material ini juga disebut lebih stabil dibandingkan adukan kapur konvensional.

Keunggulan tersebut membuat teknologi kuno ini tidak hanya digunakan untuk Tembok Besar China. Bahan serupa juga ditemukan pada sejumlah bangunan bersejarah lainnya.

Beberapa di antaranya adalah tembok kota Nanjing dan Xi'an. Material ini juga ditemukan pada kuil, pagoda, serta makam kekaisaran di China.



Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"

(dfl/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork