Temuan Wine Berusia 2.300 Tahun Ungkap Fakta Menarik Ini

Temuan Wine Berusia 2.300 Tahun Ungkap Fakta Menarik Ini

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 06 Agu 2026 15:00 WIB
Temuan Wine Berusia 2.300 Tahun Ungkap Fakta Menarik Ini
Foto: Global Times
Jakarta -

Arkeolog di China menemukan sisa wine berusia 2.300 tahun. Temuan ini mengungkap bahan, teknik fermentasi, dan budaya minum era dinasti Qin.

Penelitian arkeologi terus mengungkap kebiasaan makan dan minum masyarakat kuno. Temuan terbaru memberi gambaran tentang teknologi pangan ribuan tahun silam.

Bukti yang ditemukan menunjukkan kemampuan pengolahan bahan pangan sudah berkembang sejak lama. Analisis ilmiah pun membantu mengungkap proses pembuatannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Global Times, (3/8/2026), arkeolog di China menemukan sisa minuman beralkohol berusia sekitar 2.300 tahun. Temuan ini berasal dari kompleks makam era dinasti Qin di Ningxia.

ADVERTISEMENT

Makam tersebut berada di dekat Tembok Besar Qin, Distrik Yuanzhou, Kota Guyuan. Sebanyak 183 makam dari Periode Negara-Negara Berperang telah digali.

Dari salah satu makam, peneliti menemukan cairan kuno sebanyak 3.740 mililiter. Cairan itu berada dalam bejana perunggu berbentuk kepala bawang putih.

Bejana itu memiliki sistem penyegelan berlapis yang unik. Bagian dalam dilapisi tekstil dan bagian luar ditutup lumpur sehingga isinya tetap terjaga.

Berkat penyimpanan itu, cairan hanya mengalami sedikit penguapan. Kondisinya menjadi salah satu temuan minuman kuno paling utuh di China.

Tim gabungan dari Ningxia Institute of Cultural Relics and Archaeology ikut menelitinya. Mereka bekerja sama dengan School of Cultural Heritage Northwest University.

Temuan Wine Berusia 2.300 Tahun Ungkap Fakta Menarik IniTemuan Wine Berusia 2.300 Tahun Ungkap Fakta Menarik Ini Foto: Global Times

Para peneliti menggunakan berbagai metode analisis modern. Teknologi canggih dipakai untuk melacak bahan dan teknik pembuatannya.

Hasil penelitian menemukan 24 kelompok senyawa dalam cairan tersebut. Di antaranya asam organik, asam amino, dan karbohidrat.

Pola asam organik yang ditemukan sangat mirip dengan huangjiu modern. Huangjiu merupakan sejenis wine tradisional China, berupa minuman anggur kuning.


Penelitian juga menunjukkan masyarakat Qin telah menguasai fermentasi biji-bijian. Kemampuan itu dimiliki lebih dari 2.000 tahun lalu.

Cara ini dinilai menunjukkan teknologi pembuatan minuman yang maju. Keahlian tersebut berkembang pada Periode Negara-Negara Berperang.



(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads