Espresso bomb menjadi tren kopi viral di TikTok. Begini cara bikin hingga penjelasan ahli tentang risiko mengonsumsinya.
Tren racikan kopi unik terus bermunculan di TikTok dan menarik perhatian pencinta kopi. Salah satunya espresso bomb yang menyuguhkan sensasi berbuih saat disajikan.
Espresso bomb dibuat dari espresso dicampur sparkling water. Racikan ini makin unik dengan tambahan lemon dan garam di bibir gelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski disebut menyegarkan dan diklaim membantu mengatasi hangover, ahli mengingatkan agar tidak mengonsumsinya berlebihan. Kandungan kafeinnya tetap perlu diperhatikan.
Dikutip dari Huffpost (1/7) berikut fakta tentang espresso bomb:
1. Apa Itu Espresso Bomb?
Ilustrasi espresso. Foto: Getty Images/NataliaDeriabina |
Espresso bomb merupakan tren minuman kopi yang sedang viral di TikTok. Minuman ini terinspirasi dari konsep Jägerbomb, minuman beralkohol yang dibuat dengan dicampur ke miniman berenergi.
Namun, tren kopi ini tanpa tambahan alkohol. Cara membuatnya cukup unik. Segelas espresso dijatuhkan ke dalam air soda atau sparkling water lalu langsung diminum.
Agar buihnya lebih dramatis, bibir gelas espresso diolesi lemon lalu dicelupkan ke garam. Kombinasi ini memicu sensasi berbuih saat espresso dituang.
2. Diklaim Ampuh Atasi Hangover
Sejumlah pembuat konten menyebut espresso bomb dapat menyegarkan tubuh setelah pesta. Bahkan, perusahaan kopi Golden Brown Coffee menyebutnya sebagai 'obat' hangover atau efek setelah minum alkohol.
Namun, klaim tersebut belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Minuman ini lebih banyak memberikan sensasi segar dari kopi, soda, lemon, dan garam.
Ahli gizi olahraga Dan Osman menegaskan, "Tambahan garam dan lemon hanya menyumbang sedikit elektrolit. Ini bukan pengganti hidrasi yang baik."
3. Jangan Berlebihan karena Tinggi Kafein
Ilustrasi espresso. Foto: Getty Images/grandriver |
Dan Osman mengingatkan kandungan kafein espresso bomb perlu diperhatikan, terlebih jika menggunakan double espresso.
"Double espresso mengandung sekitar 120-150 mg kafein. Orang dewasa disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari," jelas Osman.
Jika sebelumnya sudah minum kopi, espresso bomb bisa membuat asupan kafein berlebihan. Kondisi ini berisiko memicu jantung berdebar hingga gelisah.
4. Hindari Minum Sore Hari
Menurut Osman, waktu minum kopi juga memengaruhi tubuh. Kafein memiliki waktu paruh sekitar 8-10 jam sehingga efeknya bertahan lama.
"Jika tidak diatur, kafein dapat mengganggu tidur, meningkatkan kecemasan, dan membuat detak jantung lebih cepat," ujar Osman.
Karena itu, ia menyarankan espresso bomb dikonsumsi sebelum pukul 13.00-14.00. Dengan begitu, efek kafeinnya tidak terlalu mengganggu waktu istirahat.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN