Heboh! Kencing Tikus Cemari Permukaan Minuman Kaleng, Ini Kata Ahli Gizi

Heboh! Kencing Tikus Cemari Permukaan Minuman Kaleng, Ini Kata Ahli Gizi

Diah Afrilian - detikFood
Rabu, 24 Jun 2026 12:30 WIB
Tikus, Salah Satu Penyebar Hantavirus
Foto: Joshua J Cotten/Unsplash
Jakarta -

Heboh kontaminasi kencing tikus pada minuman kaleng yang disimpan di rak minimarket. Begini tanggapan ahli gizi terkait dampak dan cara pencegahannya.

Minuman atau makanan yang disimpan lama pada rak atau lemari perlu diperhatikan kebersihannya. Walaupun makanan atau minuman kemasan sekalipun, bukan berarti bebas kontaminasi bakteri.

Salah satunya yang heboh di media sosial, beberapa orang jatuh sakit setelah mengonsumsi minuman kalengan. Dilansir dari Says, (24/6/2025), seorang pria meninggal dunia setelah minum minuman kaleng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporannya, mendiang pria bernama Along, meninggal karena mengalami infeksi dari minuman kaleng yang dikonsumsi. Ia tidak mencuci atau membersihkan kaleng minuman sebelum menyentuh mulutnya.

ADVERTISEMENT
Kaleng MinumanHeboh konsumen minuman kaleng jatuh sakit, diduga gegara kontaminasi air kencing tikus. Foto: Getty Images/iStock

Ia mengalami infeksi hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Menurut diagnosa dokter, ada paparan kencing tikus pada minuman kaleng yang menyentuh mulutnya dan ikut tertelan membawa bakteri.

Kasus serupa juga dialami oleh seorang netizen asal Indonesia pemilik akun Thread @lumpiyah (15/6/2026). Wanita ini mengalami keracunan setelah mengonsumsi minuman kaleng. Ternyata pemilik akun Threads @salsyashera_, (16/6/2026), juga mengalami sakit dengan kasus serupa.

Kedua netizen tersebut dilarikan untuk mendapat penanganan medis setelah mengonsumsi minuman kaleng. Melalui unggahannya, @salsyashera_ juga membagikan video dari temannya yang menangkap seekor tikus berlalu lalang pada rak sebuah minimarket, bahkan sempat buang air kecil dan meninggalkan tetesannya di minuman kaleng.

Menanggapi hal ini, ahli gizi Siti Soraya memberikan tanggapan. Saat dihubungi tim detikFood (23/6/2026), menurutnya kekhawatiran ini datang dari makanan dan minuman yang disimpan terlalu lama di dalam gudang.

Baca juga: 5 Warteg Langganan Artis, Lauk Banyak Harga Bersahabat!

Tikus, Salah Satu Penyebar HantavirusMenurut ahli gizi, kontaminasi tikus pada kemasan masih bisa dibersihkan tetapi perlu diwaspadai jika sudah mengontaminasi isinya. Foto: Joshua J Cotten/Unsplash

"Kalau dia (tikus) buang air kecil di minuman kaleng tersebut, walaupun tidak terbuka, otomatis menempel kotorannya di sana dan jadi kontaminasi bakteri. Bukan perihal air kencingnya saja, badannya (tikus) pun kotor," ujarnya kepada detikFood.

Siti Soraya juga menanggapi anjuran untuk mencuci atau membersihkan permukaan kaleng minuman sebelum mengonsumsinya. Baginya, cara tersebut dapat menjadi tindakan proaktif yang tepat.

Namun jika sudah terkontaminasi sampai ke bagian dalamnya, minuman kaleng tak lagi dianjurkan untuk konsumsi. Salah satu tanda yang patut diragukan ialah ketika kemasan ditemukan dalam keadaan rusak.

"Mencuci minuman kaleng sebelum dikonsumsi efektif ya, bahkan beberapa juga mencucinya dengan sabun. Tetapi coba pastikan kembali, kalau sudah dihinggapi tikus sampai kena kotorannya bahkan digigit, cara mencuci nggak efektif lagi dilakukan karena sudah terkena bagian isi dalamnya dan bisa menjadi sumber peyakit," tutupnya.



(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads