Wasabi memiliki sensasi pedas yang sampai bisa menyengat hidung dan kepala. Namun, rasanya nikmat ketika dipadukan dengan sushi yang menggunakan ikan segar.
Wasabi merupakan pasta berwarna hijau yang biasanya disajikan sebagai pelengkap sushi. Cita rasa wasabi juga unik, karea pedas menyengat.
Pedas menyengat itu tak hanya di lidah saja, tapi bisa mencapai hidung dan kepala. Oleh karenanya, tak semua orang menyukai wasabi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari WebMD (22/11), pasta hijau yang terbuat dari tanaman atau rimpang bernama wasabi ini aslinya hanya diparut. Harga wasabi juga terbilang mahal, karena cara menanamnya cukup sulit.
Sebagian besar wasabi yang disajikan di restoran sushi tidak lagi mengandung wasabi asli. Sebaliknya, wasabi itu justru terbuat dari lobak pedas, tepung mustard, maizena, dan pewarna hijau untuk menghadirkan tampilan wasabi asli.
Dilansir dari Kelly Loves, diketahui kalau wasabi berasal dari periode Jomon (sekitar 14.000 SM hingga 400 SM). Dulunya wasabi digunakan sebagai obat, kemudian beralih fungsi menjadi pelengkap hidangan.
Jadi, mengapa wasabi bisa memiliki cita rasa pedas?
Wasabi terasa pedas karena adanya senyawa kimia organik dalam tanamannya yang disebut alil isotiosianat. Senyawa tersebut ternyata juga bisa ditemukan dalam potongan lobak dan mustard.
Rasa pedas itu muncul secara alami, tapi sensasinya tidak seperti menyantap cabai. Terkadang, reaksi terhadap senyawa ini dapat berupa mata berair dan sensasi seperti rempah-rempah masuk ke hidung. Bahkan, bisa menyengat hingga ke kepala.
Sensasi pedas wasabi juga berbeda dengan cabai yang tidak bertahan lama. Kadarnya juga tidak bisa tercatat dalam Scoville Heat Unit (SHU) yang biasanya ada pada cabei. Cabai terpedas sendiri adalah Pepper X yang memiliki 2,69 juta SHU.
(yms/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN