5 Fakta Menarik Nasi Uduk Betawi, Ternyata Sudah Ada Sejak Abad ke-14!

5 Fakta Menarik Nasi Uduk Betawi, Ternyata Sudah Ada Sejak Abad ke-14!

Yenny Mustika Sari - detikFood
Kamis, 18 Jun 2026 16:00 WIB
nasi uduk mpok farida
Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Jakarta -

Nasi uduk merupakan makanan populer asli Jakarta. Di balik kelezatan nasi gurih ini ada asal-usul hingga ciri khas yang menarik diketahui.

Nasi uduk merupakan makanan khas Betawi yang sangat populer. Umumnya nasi uduk disajikan sebagai menu sarapan dan ditawarkan oleh orang asli Betawi.

Nasi bercita rasa gurih ini terbuat dari campuran santan dan aneka bumbu rempah. Selain rasanya yang gurih, nasi uduk juga terkenal dengan aromanya yang wangi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya lezat, tapi nasi uduk juga menyimpan beberapa fakta menarik, seputar asal-usul hingga ciri khasnya.

ADVERTISEMENT

Berikut 5 fakta menarik dari nasi uduk khas Betawi:

1. Asal-usul Nasi Uduk

Nasi uduk diketahui memang berasal dari Jakarta atau Betawi. Namun, awalnya hidangan ini tercipta karena akulturasi budaya antara Jawa dan Melayu. Perkiraan waktu kemunculan nasi uduk sejak abad ke-14 atau tahun 1628.

Hal ini diungkapkan melalui buku Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita karangan Shinta Tevinim. Pada saat itu, masyarakata Jawa dan Melayu bertemu di tanah Batavia dan seiring perkembangan waktu, mereka menggabungkan antara nasi lemak dan sego gurih.

Etimologi lain dari hadirnya nasi uduk ini konon karena Sultan Mataram sangat menyukai nasi Arab. Sultan Agung kemudian memutuskan untuk membuat nasi Arab itu versi lokal.

2. Arti Nama Nasi Uduk

Nama nasi uduk ternyata memiliki beberapa versi penjelasan. Konon dinamakan 'uduk' karena berarti 'susah'. Dulunya hidangan ini disantap oleh rakyat kecil.

Ada juga yang menyebutkan kalau nasi uduk itu berasal dari kata 'tawadhu' yang artinya sikap rendah hati di hadapan sang pencipta. Dalam serapan bahasa Jawa, nama uduk diambil dari 'wuduk'yang artinya sego gurih.

3. Popularitas Nasi Uduk

Ini Alasan Kebon Kacang Terkenal Sebagai Kawasan Nasi Uduk BetawiNasi Uduk Betawi di kawasan Kebon Kacang Foto: detikfood

Meski sudah ada sejak abad ke-14, popularitas nasi uduk masih eksis hingga sekarang. Hidangan tradisional ini dikenal luas sampai ke berbagai daerah.

Sajian nasi uduk tak hanya bisa ditemui oleh penjual asli Betawi saja, tapi juga merambah ke pemilik warung tenda khas Lamongan. Nasi uduk yang dulunya menyajikan lauk semur, kini beralih ke menu ayam goreng dan lainnya.

Kalau mencari cita rasa autentik dari nasi uduk Betawi, ada satu kawasan yang banyak yang menawarkan nasi uduk. Adalah kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat yang menawarkan beberapa tempat makan nasi uduk legendaris.

4. Karakteristik Nasi

Nasi yang biasa disajikan untuk nasi uduk biasanya bertekstur tidak begitu pulen. Para penjual nasi uduk ini biasanya menggunakan beras pera dalam pembuatannya.

Namun, banyak juga yang mencampurkannya dengan beras pulen. Karena itu teksturnya tak begitu kering, terasa empuk ketika disantap.

Beberapa penjual nasi uduk Betawi juga kerap mencampurkan minyak kelapa pada racikannya. Fungsinya agar beras tidak menempel satu dengan yang lainnya. Rasanya semakin sedap karena taburan bawang merah goreng.

5. Disajikan dengan Sambal Kacang

Sambal pada nasi uduk bisa membuat cita rasanya lebih nikmat. Untuk jenis sambalnya sendiri juga memiliki ciri khas, biasanya disajikan dengan sambal kacang.

Sambal kacang untuk nasi uduk ini tentunya berbeda dengan pecel atau gado-gado. Racikannya lebih sederhana dengan cita rasa gurih agak pedas. Konsistensi sambalnya juga tak begitu pekat dan cenderung agak cair.

Halaman 2 dari 2
(yms/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads