Anak ayam biasanya menetas dari telur melalui proses alami. Namun, sebuah perusahaan mengklaim telah berhasil menetaskan anak ayam dari telur buatan. Gimana ya caranya?
Colossal Biosciences, yang menyebut dirinya sebagai 'perusahaan de-ekstensi pertama di dunia', mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menetaskan anak ayam dari telur cetak 3D yang inovatif.
Dikutip dari Oddity Central (20/5/2026), perusahaan yang berbasis di Dallas, Amerika Serikat itu mengklaim telah mengembangkan telur artifisial/buatan sepenuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inovasi ini memungkinkan mereka menetaskan berbagai spesies burung, yang secara teoritis dapat memungkinkan mereka untuk menghidupkan kembali spesies yang telah punah dan membantu menyelamatkan spesies yang terancam punah.
Salah satu tujuan Colossal Biosciences bahkan menghidupkan kembali moa raksasa Pulau Selatan (Dinornis robustus), burung Selandia Baru setinggi 3 meter yang punah pada abad ke-14.
Telur buatan Colossal Biosciences tampak seperti cangkir plastik biasa, tetapi ini sebenarnya hasil cetakan 3D yang memungkinkan embrio ayam berkembang menjadi anak ayam hidup.
Inovasi sebenarnya terletak pada membran silikon yang melapisi bagian dalam struktur kisi. Membran ini memungkinkan oksigen yang cukup untuk melewatinya, sama seperti pada telur sungguhan.
Untuk menguji telur buatan mereka Colossal Biosciences dengan hati-hati menuangkan isi telur biologis ke dalam salah satu telur buatan mereka sendiri. Kemudian dibuat jendela kecil di bagian atas agar peneliti dapat mengintip ke dalamnya.
Perusahaan tersebut telah menggunakannya untuk menetaskan anak ayam. Colossal Biosciences mengklaim sistemnya dapat terukur dan akurat secara biologis.
Namun untuk tujuan 'menghidupkan kembali' burung moa, perusahaan ini masih menghadapi tantangan. Colossal Biosciences masih perlu mempelajari DNA burung yang telah punah dari tulang-tulang tua dan melakukan ribuan perubahan genetik ke dalam genom burung yang ada.
Inovasi telur buatan menetaskan anak ayam ternyata bukan yang pertama. Pada 1998, ilmuwan Jepang berhasil menetaskan anak burung puyuh dari telur buatan.
Namun, sistem mereka saat itu membutuhkan suplementasi oksigen, yang menyebabkan beberapa anak burung menderita cacat genetik atau gagal menetas sama sekali.
Sementara membran yang dibuat oleh Colossal Biosciences memungkinkan oksigen yang cukup untuk menembus secara alami.
"Langkah ini bisa sangat penting, bisa luar biasa," kata Paul Mozdziak, seorang ahli biologi sel punca di North Carolina State University di Raleigh, tentang telur buatan tersebut.
Hanya saja ia mengatakan pentingnya data. "Tanpa data, sangat sulit untuk menilai dampak sebenarnya," pungkas Mozdziak.
Menyoal inovasi telur, sebelumnya perusahaan Kewpie di Jepang, pernah membuat telur mentah 'palsu'. Butuh waktu 10 tahun untuk mereka mengembangkannya hingga bisa jadi alternatif topping bento yang enak dan praktis.
Telur mentah 'palsu' ini disebut dapat berubah jadi saus nikmat ketika dipanaskan. Namun, dimakan dalam keadaan dingin pun bisa.
Bahan pembuatannya antara lain dekstrin, sirup glukosa, minyak sayur, gelatin, garam, agar, protein putih telur, trehalosa, polisakarida, asam amino, zat penyesuai PH, dan pewarnaan karotenoid. Beragam bahan ini mampu menghasilkan kuning telur 'palsu' mirip dengan aslinya.

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN