Beberapa makanan populer ternyata tak cukup aman dikonsumsi. Butuh pengolahan dan teknik yang tepat untuk meminimalisir bahkan menghilangkan efek racunnya.
Tak semua makanan yang populer di dunia benar-benar aman, merujuk dari kandungan alaminya. Beberapa di antaranya justru menyimpan racun mematikan yang membahayakan manusia jika tidak diolah dengan benar.
Meski begitu, makanan-makanan ini tetap dikonsumsi dan bahkan dianggap sebagai hidangan istimewa di berbagai budaya. Faktor tradisi, rasa, hingga sensasi ekstrem menjadi alasan makanan berisiko tinggi ini masih bertahan.
Di beberapa negara, teknik pengolahan khusus diwariskan secara turun-temurun. Tujuannya memastikan pengolahannya dapat meminimalkan racun yang terkandung di dalamnya.
Berikut ini 5 makanan populer di dunia yang sebenarnya beracun:
1. Ikan Fugu
Ikan fugu dikenal sebagai salah satu makanan paling berbahaya di dunia. Namun ikan ini tetap menjadi hidangan mewah di Jepang.
Bagian tertentu dari ikan ini mengandung racun tetrodotoksin yang sangat mematikan, bahkan dalam dosis kecil. Terutama hati, ovarium, hingga kulitnya sekalipun.
Racun ini bekerja dengan melumpuhkan sistem saraf, yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam. Sehingga hanya koki dengan lisensi khusus yang boleh mengolah ikan fugu.
2. Katak Lembu
Katak lembu atau bullfrog merupakan bahan makanan di beberapa negara Afrika, terutama Namibia. Namun, katak ini bisa menjadi beracun jika dikonsumsi pada waktu yang tidak tepat, seperti saat masih muda atau musim kawin.
Bagian tertentu dari katak mengandung racun yang dapat menyebabkan gangguan ginjal serius. Dalam beberapa kasus, konsumsi katak lembu yang tidak tepat bahkan dilaporkan berujung pada kematian.
Masyarakat lokal biasanya memiliki pengetahuan tradisional untuk menentukan kapan katak ini aman dimakan. Tanpa pengetahuan tersebut, risiko keracunan menjadi sangat tinggi.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(dfl/dfl)