Ekstrem! Walaupun Beracun, 5 Makanan Ini Tetap Populer Dikonsumsi

Ekstrem! Walaupun Beracun, 5 Makanan Ini Tetap Populer Dikonsumsi

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 30 Apr 2026 16:00 WIB
Ekstrem! Walaupun Beracun, 5 Makanan Ini Tetap Populer Dikonsumsi
Foto: Istimewa
Jakarta -

Beberapa makanan populer ternyata tak cukup aman dikonsumsi. Butuh pengolahan dan teknik yang tepat untuk meminimalisir bahkan menghilangkan efek racunnya.

Tak semua makanan yang populer di dunia benar-benar aman, merujuk dari kandungan alaminya. Beberapa di antaranya justru menyimpan racun mematikan yang membahayakan manusia jika tidak diolah dengan benar.

Meski begitu, makanan-makanan ini tetap dikonsumsi dan bahkan dianggap sebagai hidangan istimewa di berbagai budaya. Faktor tradisi, rasa, hingga sensasi ekstrem menjadi alasan makanan berisiko tinggi ini masih bertahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di beberapa negara, teknik pengolahan khusus diwariskan secara turun-temurun. Tujuannya memastikan pengolahannya dapat meminimalkan racun yang terkandung di dalamnya.

Berikut ini 5 makanan populer di dunia yang sebenarnya beracun:

Ekstrem! Walaupun Beracun, 5 Makanan Ini Tetap Populer DikonsumsiDi Jepang, ikan fugu populer dikonsumsi tetapi hanya koki berlisensi khusus yang boleh menyajikannya. Foto: Istimewa

1. Ikan Fugu

Ikan fugu dikenal sebagai salah satu makanan paling berbahaya di dunia. Namun ikan ini tetap menjadi hidangan mewah di Jepang.

ADVERTISEMENT

Bagian tertentu dari ikan ini mengandung racun tetrodotoksin yang sangat mematikan, bahkan dalam dosis kecil. Terutama hati, ovarium, hingga kulitnya sekalipun.

Racun ini bekerja dengan melumpuhkan sistem saraf, yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam. Sehingga hanya koki dengan lisensi khusus yang boleh mengolah ikan fugu.

2. Katak Lembu

Katak lembu atau bullfrog merupakan bahan makanan di beberapa negara Afrika, terutama Namibia. Namun, katak ini bisa menjadi beracun jika dikonsumsi pada waktu yang tidak tepat, seperti saat masih muda atau musim kawin.

Bagian tertentu dari katak mengandung racun yang dapat menyebabkan gangguan ginjal serius. Dalam beberapa kasus, konsumsi katak lembu yang tidak tepat bahkan dilaporkan berujung pada kematian.

Masyarakat lokal biasanya memiliki pengetahuan tradisional untuk menentukan kapan katak ini aman dimakan. Tanpa pengetahuan tersebut, risiko keracunan menjadi sangat tinggi.

3. Fesikh

Fesikh adalah ikan yang difermentasi dan diasinkan. Hidangan ini populer dikonsumsi di Mesir, terutama saat perayaan musim semi.

Proses fermentasi ini menghasilkan cita rasa yang kuat. Tetapi tidak tak memahami cara pengolahannya, makanan ini berpotensi beracun.

Jika pengolahan tidak higienis, fesikh bisa terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Clostridium botulinum, yang menghasilkan racun penyebab botulisme. Setiap tahun, ada laporan kasus keracunan akibat konsumsi fesikh yang tidak aman.

Ekstrem! Walaupun Beracun, 5 Makanan Ini Tetap Populer DikonsumsiTak hanya berpotensi racun, sup kalelawar juga dapat menularkan virus ke dalam tubuh manusia. Foto: Istimewa

4. Sup Kalelawar

Sup kelelawar dikenal sebagai hidangan eksotis di beberapa wilayah Asia dan Pasifik. Kelelawar digunakan sebagai bahan utama dan dimasak utuh dalam kuah.

Tak hanya racun alami, tetapi juga berpotensi membawa virus berbahaya. Kelelawar dikenal sebagai reservoir berbagai patogen, termasuk virus yang dapat menular ke manusia.

5. Tempe Bongkrek

Tempe bongkrek adalah makanan tradisional Indonesia yang dibuat dari ampas kelapa yang difermentasi. Meski terlihat seperti tempe biasa, makanan ini bisa sangat berbahaya.

Tempe bongkrek dapat terkontaminasi bakteri Burkholderia gladioli. Hasilnya, tempe akan mengandung racun asam bongkrek, salah satu racun makanan paling mematikan.

Kasus keracunan tempe bongkrek telah banyak dilaporkan di Indonesia, bahkan menyebabkan kematian massal. Sebab risikonya tinggi, produksi dan penjualannya kini dilarang di banyak daerah.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video CISDI: 9 dari 10 Minuman Kemasan di RI Tergolong Tak Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/dfl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads