Belum lama ini seorang pelanggan mempertanyakan menu halal maskapai Singapore Airlines. Ia meragukan makanan tersebut, tetapi pihak maskapai memberi penjelasan ini.
Singapore Airlines (SIA) merupakan salah satu maskapai penerbangan terbaik dunia. Tidak hanya menawarkan fasilitas yang nyaman, tetapi makanan yang ditawarkan juga dikenal enak-enak. Mereka juga menyediakan makanan halal yang tidak mengandung alkohol atau produk babi sehingga bisa jadi pilihan pas untuk muslim.
Namun kehadiran menu halal tersebut masih diragukan oleh penumpang muslim lantaran tidak memiliki sertifikasi halal khusus. Hal tersebut pun memicu kekhawatiran dan menimbulkan diskusi luas terkait pilihan makanan halal yang ditawarkan SIA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal mula percakapan ini muncul dipicu dari unggahan seorang pengguna Threads @opsieeedaisyyyy yang bertanya kepada awak kabin SIA apakah mereka memenaskan makanan halal di oven yang sama dengan makanan yang tidak halal.
Penumpang tersebut awalnya melakukan penerbangan dengan maskapai Timur Tengah yang makanannya sudah pasti halal, tetapi karena batal, ia pun sedang mencari pengganti. Singapore Airlines menjadi salah satu kandidat maskapai penggantinya, lapor stomp.sg (27/4).
Penumpang mempertanyakan makanan halal yang ditawarkan oleh Singapore Airlines. Foto: LIANHEZAOBAO, SPH FILE PHOTO |
Pertanyaan ini menarik banyak komentar dengan tidak sedikit netizen membagikan pengalaman mereka memesan makanan di penerbangan SIA.
Seorang netizen berkomentar kalau sebaiknya pengguna Threads itu tidak usah makan jika memang ragu. Ia menyarankan agar penumpang tersebut lebih baik pesan mi instan saja, keripik, atau camilan yang berlogo halal.
"Saya biasanya makan ikan atau seafood, atau memesan makanan Muslim sebelum penerbangan," jelasnya.
Soal tidak adanya sertifikasi halal resmi di makanan 'halal' tersebut, pihak SIA buka suara. Juru bicara Singapore Airlines mengkonfirmasi bahwa pilihan makanan Muslim yang disajikan oleh SIA disiapkan tanpa daging babi, lemak babi, atau alkohol. Meski belum bersertifikat halal, bahan-bahan mereka diambil dari pemasok yang bersertifikat halal.
Alasan mereka tidak mendapat sertifikasi halal resmi karena peralatan makan yang digunakan tidak dipisahkan berdasarkan jenis makanan. Selain itu, makanan halal dipanaskan kembali di oven yang sama dengan makanan lain di pesawat, meskipun ada prosedur untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi silang.
Beberapa pengguna di Threads yang mengaku sebagai awak kabin SIA juga menjelaskan hal serupa.
Banyak yang mempertanyakan sertifikat Singapore Airlines, pihak maskapai konfirmasi. Foto: flickr/Riik@mctr |
"Pertama-tama kami akan memastikan kepada penumpang apakah itu makanan yang benar yang mereka pesan. Kemudian kami akan menggunakan oven lain untuk memanaskan makanan tersebut jika tersedia. Tetapi jika semua oven sedang digunakan, kami akan meletakkan makanan halal di rak oven paling atas," jelas seorang pengguna yang bekerja di SIA.
Masalah ini menjadi ramai sampai diklarifikasi oleh Dewan Agama Islam Singapura (MUIS). Dalam unggahan ulang di akun @halalsg, mereka mengklarifikasi jika maskapai penerbangan yang tidak bersertifikat halal bukan berarti makanannya tidak halal. Makanan muslim menurut mereka disiapkan di tempat-tempat bersertifikat halal, sebelum dimuat ke pesawat yang berangkat dari Singapura.
"Meskipun oven mungkin digunakan bersama, penerbangan umumnya memiliki prosedur untuk mencegah kontaminasi silang. Misalnya, makanan yang disegel dan penanganan yang tepat," jelas MUIS.
Meski begitu, MUIS tetap menyarankan penumpang untuk memeriksa bahan yang terkandung, menghubungi maskapai sebelum penerbangan, dan menghindari makanan tersebut jika memang merasa ragu.
Dalam penerbangan bersama Singapore Airlines, penumpang memang bisa meminta makanan halal tetapi harus setidaknya 24 jam sebelum jadwal penerbangan.
(aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN