Warung Mie dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo tengah jadi sorotan. Usaha kuliner yang baru buka ini dikenal menawarkan mie hingga nasi topping daging babi spesial.
Belakangan ini warung makan non halal di kawasan Sukoharjo, Jawa Tengah, viral karena menerima penolakan dari warga sekitar. Banyak warga keberatan lantaran warung non-halal ini dianggap berdiri di sekitar lingkungan mayoritas muslim.
Mediasi sudah dilakukan antara pemilik warung beserta perwakilan warga. Pihak Pemkab Sukoharjo juga meminta pemilik usaha untuk mengganti menu halal. Tetapi pihak warung belum memberi jawaban karena harus dipikirkan dengan matang terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari isu ini, warung Mie dan Babi Tepi Sawah diketahui masih aktif berjualan. Bahkan, setelah terjadinya polemik, warung makan tersebut malah semakin ramai dikunjungi pelanggan karena viral di media sosial.
Dilansir dari unggahan Instagram @Surakartakita (22/4), selain mengalami lonjakan pengunjung, followers Instagram warung Mie dan Babi Tepi sawah juga mengalami kenaikan hanya dalam kurun waktu 5 hari.
Pada 16 April, Instagram @miebabitepisawah hanya memiliki 647 followers (pengikut) tetapi pada tanggal 21 April 2026, followernya sudah menyentuh angka 2.260. Per tanggal 25 April 2026, followers Instagram warung makan ini pun sudah mencapai 8.279.
Warung Mie dan Babi Tepi Sawah merupakan usaha kuliner yang baru buka dengan konsep open kitchen. Foto: Instagram @miebabitepisawah |
Warung makan Mie dan Babi Tepi Sawah merupakan usaha kuliner yang baru mulai beroperasi pada 25 Maret 2025 lalu. Sebelum dibuka, pemilik sekaligus pengelola warung, Jodi Susanto telah memenuhi sejumlah kewajiban legalitas, seperti izin usaha serta menulis keterangan di spanduk jika warungnya menawarkan makanan non-halal.
Usaha kuliner non halal tersebut menempati area petakan tepi sawah di Dukuh Sudimoro, Desa Parangjoro, Kecamanatan Grogol, Sukoharjo. Lokasinya pun tergolong jauh dari pemukman warga setempat. Tempat makannya luas, nyaman, serta bisa memenuhi kapasitas kurang lebih 150 orang. Konsep dapurnya open kitchen, sehingga pelanggan bisa melihat langsung proses pembuatan menu babi ini.
Soal menu makanan yang ada di sini, sesuai namanya, warung ini spesial menawarkan berbagai olahan daging babi bergaya Bangka. Disebut-sebut semua masakan di sini juga dimasak langsung oleh orang bersuku Hakka. Selain itu, mereka juga menggunakan resep turun-temurun yang membuat cita rasanya autentik.
Mie dengan aneka topping olahan babi menjadi andalan di sini. Pilihannya mulai dari Mie Babi Original yang disajikan dengan toping daging babi cincang, Mie dengan bakso babi tenggiri, hingga Mie Babi SIobak yang pakai topping babi panggang.
Selain mie ayam topping babi, mereka juga punya olahan menu babi lainnya. Foto: Instagram @miebabitepisawah |
Selain menu mie topping babi, warung makan ini juga punya pilihan menu ala carte lain. Tersedia Sate Babi yang pakai bagian daging dan lemak diberi bumbu rempah. Khew Nyuk/Babihong berupa perut babi dimasak dengan ham choi khon, juhi, jamur hiko, dan rempah khas hakka juga bisa dicoba di sini.
Nasi campur yang disajikan dengan lapjion, charsiu, siobak, sosis Hong Kong hingga telur juga disebut-sebut jadi menu paling favorit di sini. Harga menunya tergolong ramah di kantong. Harganya kisaran Rp 25.000 sampai Rp 40.000-an.
Kenyamanan dan kepuasan pelanggan tampaknya sangat diperhatikan oleh warung ini. Selain menyuguhkan pemandangan asri langsung ke tepi sawah, pengunjung yang datang juga bisa sekaligus memancing ikan secara gratis dan tanpa batasan waktu di area kolam dalam warung.
Usai peresmian pembukaan, warung makan Mie dan Babi Tepi Sawah ini ramai dikunjungi pelanggan umum maupun beberapa food influencer.
Menu mie dengan topping cincangan hingga bakso babi tetap jadi andalan. Foto: detikJateng / Instagram @miebabitepisawah |
Salah satu yang sempat mampir adalah influencer dengan nama akun @yopie.riski. Ia menunjukkan momen ketika pertama kali mampir ke warung makan tersebut.
Menurutnya menu Yamie originalnya memang enak dengan topping daging babi cincang melimpah. Menu Bakso Babi Tenggiri yang terbuat dari olahan daging babi bagian leher dan ikan tenggiri ini juga tak kalah nikmat.
Yopie sempat bertanya kepada beberapa pelanggan soal cita rasa makanan di warung ini. Menurutnya, rata-rata pelanggan mengaku rasanya enak dan pasti akan kembali.
"Beberapa customer yang aku tanyain di sini rata-rata pada bilang rasanya enak dan pasti kembali lagi. Jadi silahkan coba & buktikan sendiri ya," ujarnya dalam keterangan.
Dari pantauan detikFood, warung Mie dan Babi Tepi Sawah ini punya rating yang cukup tinggi di Google, mereka mendapat penilaian 4,7 bintang di Google Review. Sebagian besar pelanggan memberi ulasan positif dengan menyebut masakannya enak dan tempatnya bersih serta luas.
Pelanggan dengan nama akun Dorates Ayu memberi komentar, "Pertama kali ke sini ternyata deket banget sama rumah. Tempat nya nyaman apalagi kesini sore hari. Makanannya enak juga, harganya terjangkau. Ajak temen, keluarga kesini deh recommended."
Ada juga pelanggan yang turut memberikan dukungan terhadap usaha yang terbilang anyar ini.
Salah satunya mengungkap, "Semoga terus dilancarkan usahanya, dan terbebas dari gangguan gangguan sekitar atau orang orang iri dengki."
Warung Mie dan Babi Tepi Sawah bisa ditemukan di l. Keleng - Karanganyar, Sawah, Parangjoro, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57552. Mereka buka mulai pukul 12.00 - 19.00 WIB. Warungnya pun libur setiap Senin ke 2 dan ke 4.
Tim DetikFood telah menghubungi pihak Warung Mie dan Babi Tepi Sawah Sukoharjo terkait konfirmasi. Namun, sampai saat ini kami belum mendapat jawaban.
(aqr/aqr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN