Banyak orang berhemat dengan cara menggunakan minyak goreng secara berulang. Namun ada hal yang tetap harus diperhatikan dan tak boleh sembarangan.
Minyak goreng jadi salah satu bahan dapur yang hampir selalu digunakan setiap hari. Mulai dari menggoreng lauk hingga camilan, perannya sulit tergantikan.
Harganya yang kian naik sementara kebutuhannya tak bisa digantikan membuat banyak orang harus berhemat. Tidak sedikit konsumen yang menggunakan minyak goreng secara berulang demi berhemat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, penggunaan minyak secara berulang sering kali menimbulkan kekhawatiran. Jika tidak dilakukan dengan benar, minyak justru bisa merusak kualitas masakan.
Berikut ini 5 tips menggunakan minyak goreng berulang dilansir dari Yahoo Life:
Pilihlah minyak goreng dengan titik asap yang tinggi jika ingin digunakan secara berulang. Foto: Istimewa |
1. Pilih Jenis Minyak yang Tepat
Tidak semua minyak cocok untuk dipakai berulang kali. Dibutuhkan minyak dengan titik asap yang tinggi jika ingin menggunakannya secara berulang.
Minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak canola, minyak kacang, atau minyak sayur lebih stabil saat dipanaskan. Jenis ini tidak mudah terurai sehingga kualitasnya lebih terjaga meski digunakan beberapa kali.
Sebaliknya, minyak dengan titik asap rendah akan cepat rusak dan menghasilkan rasa pahit. Sehingga pemilihan minyak sejak awal sangat menentukan hasil akhirnya.
2. Menjaga Suhu saat Memasak
Suhu yang terlalu tinggi bisa merusak struktur minyak. Ketika minyak melewati titik asapnya, senyawa di dalamnya mulai terurai dan menghasilkan bau tidak sedap.
Idealnya, goreng makanan pada suhu stabil dan tidak berlebihan. Cukup dengan menjaga suhu, minyak bisa bertahan lebih lama untuk penggunaan berikutnya.
Suhu yang dianjurkan untuk menggoreng ialah sekitar 170-190 derajat celcius. Suhu ini akan membantu makanan matang lebih merata, renyah, tidak menyerap minyak berlebih, serta tidak mudah merusak kualitas minyak.
3. Saring Minyak Setelah Digunakan
Setelah selesai menggoreng, jangan langsung menyimpan minyak begitu saja. Biasanya ada banyak sisa remah makanan, tepung, atau serpihan kecil yang tertinggal di dalam minyak.
Jika dibiarkan, kotoran ini akan terus terbakar saat minyak digunakan kembali. Proses pembakaran sisa makanan ini bisa mempercepat kerusakan minyak.
Minyak akan lebih cepat menghitam, berbau tengik, dan kehilangan kualitasnya. Gunakan saringan halus atau kain bersih untuk memisahkan minyak dari kotoran.
Lakukan penyimpanan yang benar agar kualitas minyak masih bagus untuk digunakan pada sesi goreng berikutnya. Foto: iStock |
4. Cara Menyimpan Minyak yang Benar
Penyimpanan minyak bekas juga tidak boleh sembarangan. Setelah minyak dingin dan disaring, simpan dalam wadah tertutup rapat agar tidak terkontaminasi udara.
Udara dapat mempercepat proses oksidasi yang membuat minyak cepat rusak. Letakkan minyak di tempat yang sejuk dan gelap, seperti di dalam lemari dapur atau kulkas.
Hindari paparan cahaya langsung karena bisa mempercepat perubahan kualitas minyak. Selain itu, jauhkan minyak dari sumber panas seperti kompor agar tidak merusak strukturnya.
5. Gunakan Maksimal 3-5 Kali Saja
Walaupun bisa dipakai ulang, minyak goreng tetap memiliki batas penggunaan. Secara umum, minyak hanya disarankan untuk digunakan sekitar 3 hingga 5 kali.
Setelah itu, kualitasnya biasanya sudah menurun meskipun terlihat masih jernih. Frekuensi penggunaan ini juga tergantung pada jenis makanan yang digoreng.
Jika digunakan untuk makanan bertepung atau berbumbu kuat, minyak akan lebih cepat kotor dan rusak. Minyak yang sudah terlalu sering dipakai bisa memengaruhi rasa makanan dan berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN