Beli Sate 'Takeaway', Pria Ini Kaget Harus Bayar Kantong Plastik Rp 10 Ribuan

Beli Sate 'Takeaway', Pria Ini Kaget Harus Bayar Kantong Plastik Rp 10 Ribuan

Riska Fitria - detikFood
Rabu, 15 Apr 2026 15:30 WIB
Beli Sate Takeaway, Pria Ini Kaget Harus Bayar Kantong Plastik Rp 10 Ribuan
Foto: STOMPS
Jakarta -

Viral seorang pria mengeluhkan biaya kantong plastik sekitar Rp 10 ribu untuk bungkus sate. Pihak kedai pun beri klarifikasi begini.

Seorang pria di Singapura menjadi sorotan setelah mengeluhkan biaya tambahan untuk kantong plastik saat membeli makanan takeaway (dibawa pulang).

Kejadian ini terjadi pada 5 April sekitar pukul 18.00 di sebuah kedai sate bernama Satay BosQue. Lokasinya di Rahsia Bidadari Coffee Shop, Blok 115C Alkaff Crescent.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari STOMPS (15/4) pria yang dikenal sebagai Corn itu memesan sembilan sate ayam untuk dibawa pulang.

Beli Sate 'Takeaway', Pria Ini Kaget Harus Bayar Kantong Plastik Rp 10 RibuanGerai sate bernama Satai BosQue yang ada di Singapura. Foto: STOMPS

Namun, ia mengaku terkejut ketika melihat tagihan akhirnya mencapai Rp 165.600, termasuk biaya tambahan sebesar Rp 10.350 untuk tiga kantong plastik.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut dikenakan biaya Rp 350.000 per kemasan, yang menurutnya tidak wajar jika hanya menggunakan plastik biasa.

"Saya sebenarnya sudah memperkirakan akan dikenakan biaya untuk kemasan, tapi biasanya untuk wadah plastik atau kotak. Itu pun sekitar Rp 2.300, kecuali wadah besar yang bisa Rp 4.600 sampai Rp 5.750," ujarnya.

"Saya kaget karena makanan saya hanya dimasukkan ke kantong plastik, tapi tetap dikenakan Rp 3.450 per kemasan," lanjutnya.

Corn juga menilai bahwa praktik ini berbeda dari kebanyakan pedagang lain yang biasanya memberikan opsi kepada pelanggan, apakah ingin menggunakan wadah berbayar atau cukup dengan kantong plastik tanpa biaya tambahan.

Beli Sate 'Takeaway', Pria Ini Kaget Harus Bayar Kantong Plastik Rp 10 RibuanTampilan kemasan plastik yang digunakan untuk bungkus sate. Foto: STOMPS

Ia merasa tidak keberatan membayar kemasan, selama sesuai dengan jenisnya.

"Saya tidak masalah bayar untuk wadah kertas atau plastik yang layak. Tapi tidak masuk akal kalau dikenakan biaya wajib Rp 3.450, sementara makanannya hanya dibungkus dengan kantong plastik seadanya," katanya.

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak bisa membatalkan pesanan karena pembayaran sudah dilakukan sebelumnya.

Merasa dirugikan, Corn bahkan sempat menyampaikan kepada pihak kedai bahwa ia akan membagikan pengalamannya di media sosial.

"Saya bilang akan posting ini secara online, dan mereka bilang silakan saja," ujarnya. Ia pun mengaku merasa seperti ditipu dan menyebut kejadian ini sebagai bentuk overcharge.

Menanggapi hal tersebut, pihak Satay BosQue memberikan klarifikasi. Mereka mengatakan biaya takeaway sebesar Rp 3.450 sudah tertera dengan jelas di menu mereka.

"Biaya kemasan itu sudah umum, baik untuk kantong plastik maupun wadah," jelas pihak kedai.

Mereka juga menanggapi reaksi pelanggan tersebut yang dinilai berlebihan.

"Dia mempermasalahkan biaya yang sebenarnya sudah tertulis jelas. Bahkan setelah itu, dia mengambil banyak sendok dan garpu plastik kami untuk mengganti uang Rp 10.000 yang dibayarkan," ungkap mereka.

Terkait pernyataan bahwa pihak kedai mempersilakan unggahan tersebut disebarkan, mereka menanggapi santai. "Kalau dia mau posting, memangnya kami bisa berbuat apa?" tutupnya.

Belakangan ini biaya kemasan seperti plastik memang ikut mengalami kenaikan di berbagai tempat.

Hal ini dipengaruhi harga bahan baku yang meningkat serta kebijakan pengurangan plastik sekali pakai, sehingga tak sedikit pelaku usaha mulai membebankan biaya tambahan kepada pelanggan.



(raf/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads