Tradisi berburu telur Paskah ternyata punya sejarah panjang, dari simbol kehidupan hingga pengaruh budaya Eropa yang penuh makna. Begini kisahnya.
Perayaan Paskah selalu identik dengan tradisi seru berburu telur atau egg hunt. Tahun ini, Paskah jatuh pada 5 April dan kembali dirayakan meriah.
Anak-anak pun antusias mencari telur warna-warni yang disembunyikan di berbagai sudut. Sekilas, tradisi ini tampak hanya sebagai permainan menyenangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ternyata, egg hunt punya sejarah panjang yang sarat makna simbolis. Dari simbol kehidupan baru hingga budaya Eropa, semuanya saling berkaitan.
Dikutip dari newportri.com (1/4) berikut sejarahnya:
1. Telur Jadi Simbol Kehidupan Baru Sejak Zaman Kuno
Telur Jadi Simbol Kehidupan Baru Sejak Zaman Kuno. Foto: iStock |
Sejak zaman pra-Kristen, telur sudah dianggap sebagai simbol kehidupan baru. Banyak budaya kuno mengaitkannya dengan musim semi dan kelahiran kembali alam.
Tradisi ini kemudian diadaptasi oleh umat Kristen. Telur dimaknai sebagai simbol kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
Cangkang telur yang kosong juga punya arti khusus. Ini melambangkan makam kosong setelah kebangkitan Yesus.
2. Pengaruh Tradisi Puasa di Abad Pertengahan
Di Eropa abad pertengahan, umat Kristen menjalani puasa selama masa Prapaskah. Mereka dilarang mengonsumsi produk hewani, termasuk telur.
Untuk menghindari pemborosan, telur biasanya direbus agar tahan lama. Telur ini kemudian dikumpulkan hingga masa puasa berakhir.
Saat Paskah tiba, telur tersebut dimakan atau dibagikan. Momen ini menjadi simbol perayaan setelah masa pengekangan diri.
3. Awal Mula Tradisi Menghias Telur
Tradisi menghias telur diperkirakan dimulai sekitar abad ke-13. Foto: iStock |
Tradisi menghias telur diperkirakan dimulai sekitar abad ke-13. Ini menjadi cara merayakan berakhirnya masa puasa dengan penuh warna.
Salah satu catatan awal datang dari Inggris. Raja Edward I of England memesan ratusan telur untuk dihias dengan warna dan emas.
Telur-telur itu kemudian dibagikan ke lingkungan kerajaan. Dari sini, tradisi dekorasi telur makin populer di Eropa.
4. Asal-usul Perburuan Telur Paskah
Tradisi berburu telur baru muncul pada abad ke-16 di Jerman. Tokoh reformasi Protestan Martin Luther disebut sebagai penggagasnya.
Dalam tradisi ini, pria menyembunyikan telur untuk dicari wanita dan anak-anak. Hal ini melambangkan kisah perempuan yang menemukan makam kosong Yesus.
Seiring waktu, tradisi ini berkembang jadi permainan seru. Kini jadi kegiatan favorit anak-anak saat Paskah.
5. Munculnya Easter Bunny yang Ikonik
Kelinci Paskah atau Easter Bunny juga berasal dari tradisi Jerman. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Koberska |
Kelinci Paskah atau Easter Bunny juga berasal dari tradisi Jerman. Catatan tertulis tentang "kelinci Paskah" muncul pada tahun 1682.
Tradisi ini dibawa ke Amerika oleh imigran Jerman. Mereka percaya kelinci bernama Oschter Haws bertelur dan menyembunyikannya.
Anak-anak lalu mencari telur tersebut di taman atau halaman. Dari sinilah lahir tradisi egg hunt modern yang kita kenal sekarang.
Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN