Makan Cokelat Bikin Panjang Umur? Ini Fakta dari Studi Terbaru

Makan Cokelat Bikin Panjang Umur? Ini Fakta dari Studi Terbaru

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 25 Mar 2026 08:00 WIB
Penjelasan soal ngidam makan cokelat
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi cokelat ternyata tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan, bahkan bisa memperkecil risiko kematian. Berikut penjelasannya.

Selama ini konsumsi cokelat identik dengan kebiasaan yang tidak sehat, memicu risiko kenaikan berat badan sampai diabetes. Namun, belakangan para ilmuwan menyebut kebiasaan makan cokelat dalam jumlah yang wajar, justru bisa membantu menurunkan risiko kematian.


Temuan ini muncul menjelang perayaan Paskah, saat berbagai produk cokelat, terutama telur cokelat, mulai banyak dijual di supermarket.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari DailyMailUK (24/03/2026), dalam studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Frontiers in Nutrition, para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi cokelat memiliki kemungkinan 10% lebih rendah mengalami kematian dari berbagai penyebab.

Cara makan cokelatCara makan cokelat Foto: mirror, iStock

Selain itu, risiko kematian dini akibat penyakit jantung juga tercatat 16% lebih rendah pada kelompok yang rutin mengonsumsi makanan tersebut.

ADVERTISEMENT

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dari Harokopio University of Athens yang menganalisis data pola makan dan angka kematian dari lebih dari tiga juta orang.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa cokelat, terutama yang melalui proses fermentasi, mengandung senyawa aktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Para peneliti menyatakan bahwa proses fermentasi dalam pembuatan cokelat dapat menghasilkan berbagai zat penting, termasuk vitamin dan antioksidan. Zat-zat tersebut diyakini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis.

Ini Perbedaan Dark Chocolate, Milk Chocolate dan White ChocolateDark Chocolate. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Dalam laporan penelitian itu disebutkan, "Temuan kami mendukung adanya peran perlindungan dari konsumsi makanan fermentasi tertentu, seperti cokelat, susu, dan keju, terhadap risiko kematian secara keseluruhan maupun akibat penyakit jantung."

Meski demikian, para ilmuwan juga mengingatkan bahwa tidak semua jenis cokelat memberikan manfaat kesehatan yang sama. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam karena kandungan gula dan lemak jenuh dalam cokelat bisa berdampak negatif jika dikonsumsi berlebihan.

Oleh karena itu, para peneliti menyarankan agar masyarakat memilih cokelat hitam (dark chocolate) dan mengonsumsinya dalam porsi kecil agar tetap mendapatkan manfaat tanpa meningkatkan risiko kesehatan.




(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads