×
Ad

Heboh Bungkus Makanan Bertuliskan 'Allah' dan 'Muhammad', Ini Penjelasan Restoran

Sonia Basoni - detikFood
Selasa, 31 Mar 2026 11:00 WIB
Foto: Threads @m1eyy.co
Jakarta -

Sebuah restoran di Kota Warisan, Sepang, Malaysia, dikecam setelah menggunakan pembungkus makanan yang memuat kalimat suci yang dianggap menyinggung umat Muslim. Begini kronologinya.

Jika biasanya kertas pembungkus makanan di restoran hanya dicetak dengan nama atau alamat restoran tersebut, berbeda dengan restoran ini. Mereka menuliskan kalimat "Allah", "Muhammad", dan "Masyaallah" di kertas pembungkus makanan mereka.

Diilansir dari The Sun (31/03/2026), foto pembungkus makanan tersebut pertama kali diunggah oleh pengguna Threads dengan akun @m1eyy.co.

"Tolong laporkan kedai mamak (Thoulath Maju) di Kota Warisan sebelah McDonald's arah KLIA. Pembungkus makanan ada kalimat suci Allah." tulisnya.

Allah' dan 'Muhammad'" title="Bungkus Makanan Bertuliskan 'Allah' dan 'Muhammad" class="p_img_zoomin" caption="Bungkus Makanan Bertuliskan 'Allah' dan 'Muhammad'" />Bungkus Makanan Bertuliskan 'Allah' dan 'Muhammad' Foto: Threads @m1eyy.co

Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi dari netizen, terutama karena penggunaan kalimat suci pada kemasan makanan dinilai tidak pantas.

Sejumlah netizen menyampaikan kritik keras terhadap pihak restoran, dan meminta agar restoran segera mengganti desain kertas makanan mereka.

"Artinya ini bukan kedai milik Muslim yang sebenarnya. Ini pasti yang mengelola adalah non-Muslim yang berusaha keras ingin terlihat seperti kedai Muslim," kritik salah satu netizen.

Allah' dan 'Muhammad'" title="Bungkus Makanan Bertuliskan 'Allah' dan 'Muhammad" class="p_img_zoomin" caption="Bungkus Makanan Bertuliskan 'Allah' dan 'Muhammad'" />Menu makanan di Restoran Thoulath Maju. Foto: Site Culinary

"Kalau benar pemilik kedai ini seorang Muslim, tidak mungkin tidak tahu kalau ini salah. Lalu kalau pekerjanya semua Muslim, masa tidak ada satu pun yang sadar soal ini?" tanya netizen lainnya.

Menanggapi polemik tersebut, manajemen Restoran Thoulath Maju di Kota Warisan akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka.

Manajer cabang Thoulath Maju di Kota Warisan, Abdul Razak Abu Bakar, menjelaskan bahwa pembungkus makanan tersebut merupakan desain lama yang masih tersisa dan digunakan tanpa disadari.


Ia mengatakan bahwa pihak restoran bertanggung jawab penuh atas kesalahan tersebut dan segera mengganti seluruh kemasan lama dengan desain baru di semua cabang.

Abdul Razak menuturkan bahwa tidak ada niat dari pihak restoran untuk menyinggung perasaan umat Islam.

"Kami tidak pernah berniat menyinggung persaaan umat Islam. Kami menerima semua kritik sebagai masukan untuk memperbaiki pelayanan." Ia menambahkan bahwa proses penggantian kemasan dilakukan segera setelah kasus ini viral di media sosial.

Allah' dan 'Muhammad'" title="Bungkus Makanan Bertuliskan 'Allah' dan 'Muhammad" class="p_img_zoomin" caption="Bungkus Makanan Bertuliskan 'Allah' dan 'Muhammad'" />Kemasan makanna baru di restoran terkait. Foto: Threads @m1eyy.co

Selain itu, pihak restoran memastikan bahwa sisa pembungkus lama tidak akan dibuang sembarangan karena memuat kalimat suci. Abdul Razak menjelaskan bahwa seluruh stok yang belum digunakan akan disimpan dengan baik.

Ia juga kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di Malaysia dan berjanji akan lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.



Simak Video "Menikmati Durian Langsung dari Kebun Seluas 14 Hektar di Depok"

(sob/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork