Salut! Nenek 103 Tahun Ini Masih Semangat dan Cekatan Jualan Teh

Salut! Nenek 103 Tahun Ini Masih Semangat dan Cekatan Jualan Teh

Riska Fitria - detikFood
Senin, 30 Mar 2026 17:30 WIB
Nenek 103 Tahun Ini Masih Semangat dan Cekatan Jualan Teh
Foto: Instagram/Food NDTV
Jakarta -

Di usia 103 tahun, nenek di India ini tetap aktif berjualan teh jahe di pinggir jalan. Kisahnya viral dan menginspirasi banyak orang.

Pribahasa 'usia hanyalah angka' agaknya cocok untuk menggambarkan kisah seorang nenek di India. Ia adalah Kashiba, wanita berusia 103 tahun asal Vadodara yang masih aktif berjualan teh jahe setiap hari.

Di usianya yang sudah lebih dari satu abad, Kashiba tetap menjalankan warung teh sederhana di dekat Maharaja Sayajirao University, seperti yang dikutip dari Food NDTV (29/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang viral, ia terlihat dengan cekatan memarut jahe dan menyeduh teh hangat. Aroma teh jahe racikannya masih setia menarik perhatian pelanggan, terutama mahasiswa yang sudah mengenalnya sejak dulu.

Nenek 103 Tahun Ini Masih Semangat dan Cekatan Jualan TehKashiba, wanita berusia 103 tahun asal Vadodara yang masih aktif berjualan teh jahe setiap hari. Foto: Instagram/Food NDTV

Bagi banyak orang, usia senja adalah waktu untuk beristirahat. Namun, Kashiba justru menunjukkan semangat hidup yang luar biasa.

ADVERTISEMENT

Ia tetap mandiri dan menjalankan usahanya dengan penuh ketekunan. Tak heran jika warganet menyebutnya sebagai 'influencer sejati' karena kisahnya yang menginspirasi.

Banyak pelanggan lama ikut membagikan kenangan mereka di kolom komentar. "Kami sudah mengenalnya selama bertahun-tahun dan memanggilnya Kaki. Dia contoh nyata kemauan dan kekuatan," tulis seorang pengguna.

Komentar lain berbunyi, "Teh buatan Kaki... saya sudah melihatnya sejak 1993. Sampai sekarang masih kuat dan penuh semangat menjalani hidup. Salut untuknya."

5 Khasiat Racikan Teh Jahe Campur Cengkeh untuk Turunkan BBIlustrasi teh jahe. Foto: Getty Images/Prasenjit Kar

Ada juga yang mengenang masa kuliah sambil menikmati teh racikannya. "Saya minum teh di sini saat kuliah di kampus. Warungnya ada di seberang taman Kamati Baug. Dia membantu anaknya berjualan teh," ujar seorang warganet.

Sementara itu, komentar lain menambahkan, "Semoga beliau selalu sehat dan panjang umur."

Kisah haru juga datang dari pelanggan yang telah mengikuti perjalanan hidupnya selama puluhan tahun.

"Saya sudah melihatnya sejak lama. Dia tetap bekerja tanpa lelah sambil membimbing anak, menantu, dan cucunya," tulisnya.

"Sekarang keluarganya yang menjalankan usaha, tapi dia masih membantu memarut jahe atau membersihkan daun. Rasanya seperti tumbuh bersama teh dan kenangan di sana," lanjutnya.




(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads