Sehat di Usia 102 Tahun, Nenek Ini Hobi Makan Kaki Babi dan Minum Arak

Sehat di Usia 102 Tahun, Nenek Ini Hobi Makan Kaki Babi dan Minum Arak

Riska Fitria - detikFood
Senin, 16 Mar 2026 16:00 WIB
Pola makan nenek bugar berusia 102 tahun
Foto: Douyin
Jakarta -

Nenek 102 tahun ini tetap sehat dan jarang ke rumah sakit selama 50 tahun. Pola makannya unik, gemar makan kaki babi hingga minum arak setiap hari.

Seorang nenek di China mencuri perhatian netizen karena kondisi kesehatannya yang masih prima di usianya yang sudah menginjak 102 tahun.

Selain dikenal ceria dan aktif, pola makan yang unik juga disebut-sebut menjadi bagian dari rahasia panjang umurnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari South Morning China Post (13/3) nenek tersebut bernama Jin Baoling, warga pedesaan di Taizhou, provinsi Zhejiang.

Pola makan nenek bugar berusia 102 tahunPola makan nenek bugar berusia 102 tahun Foto: Douyin

Ia bahkan disebut belum pernah pergi ke rumah sakit dalam 50 tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Meski usianya sudah lebih dari satu abad, kondisinya masih tergolong sehat dengan penglihatan yang tajam dan tangan yang tetap cekatan.

Kisahnya dilaporkan oleh Taizhou Evening News dan menjadi viral di media sosial China.

Warga desa setempat juga punya panggilan sayang untuknya, yaitu "Old Baby" karena sifatnya yang ceria dan sikapnya yang santai menjalani hidup.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah pola makan Jin yang cukup berbeda dari kebanyakan lansia.

Muslim Wajib Tahu! Fakta dan Mitos Daging Babi yang Masih DipercayaIlustrasi daging babi. Foto: Getty Images/NeilyImagery

Ia mengawali hari dengan sarapan berupa pangsit, bakpao, atau wonton. Sementara untuk makan siang dan makan malam, ia biasanya menyantap mi atau nasi dalam porsi besar.

Menu favoritnya adalah kaki babi atau pig trotters yang hampir selalu hadir di setiap waktu makan.

Dalam satu kali makan, ia bisa menghabiskan sekitar dua hingga tiga potong kaki babi.

Makanan ini populer di China dengan kandungan kolagen tinggi dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menjaga kesehatan kulit.

Selain menu utama, Jin juga gemar mengonsumsi camilan seperti kue dan roti.

Ilustrasi Beer dan Wine HalalIlustrasi arak. Foto: iStock

Ia juga rutin minum teh yang dibuat dari gula merah dan kurma merah. Dalam sehari, ia menghabiskan tiga buah jeruk dan dua butir telur.

Meski nafsu makannya besar, Jin ternyata cukup pemilih soal makanan. Ia jarang sekali makan sayuran. Namun ada satu kebiasaan lain yang cukup mengejutkan. Ia selalu minum alkohol saat makan.

Di rumahnya tersedia beberapa guci berisi arak beras yang direndam dengan berbagai buah seperti kurma merah, longan, leci hingga yumberry. Minuman tersebut memang disiapkan khusus untuknya.

Meski kini sendi kakinya tidak lagi terlalu kuat sehingga perlu bantuan saat berjalan, kemampuan penglihatan Jin masih tajam. Tangannya juga tetap terampil hingga masih bisa menjahit kaus kaki dan memperbaiki sol sepatu.

Putranya mengatakan bahwa kesehatan ibunya tidak hanya dipengaruhi makanan, tetapi juga sikap hidup yang santai dan positif.

"Ibu tidak pernah bertengkar dengan siapa pun. Kalau ada masalah, ia cepat melupakannya," ujar sang anak. Ia juga menambahkan bahwa bagi Jin, keharmonisan keluarga adalah hal yang paling penting dalam hidupnya.

"Keinginan terbesarnya hanya satu, yaitu melihat keluarga hidup damai dan bahagia," katanya.



(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads