Dalam Al-Qur'an, seafood mayoritas halal dan bangkainya boleh dimakan. Namun penting untuk memperhatikannya lebih mendalam lantaran seafood bisa jadi haram jika diolah dengan beberapa bahan atau cara yang tidak tepat.
Seafood atau makanan hasil laut dikenal kaya akan nutrisi, seperti protein dan omega-3. Jenis-jenisnya juga beragam, yang paling sering dijumpai adalah ikan, udang, kepiting, tiram, hingga kerang.
Aneka seafood dikenal punya cita rasa nikmat. Jika kondisinya segar dan berkualitas, seafood bisa dimakan dalam keadaan mentah. Namun umumnya diolah dengan berbagai bumbu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Al-Qur'an seafood sebenarnya termasuk jenis makanan halal. Bahkan bangkainya boleh dimakan kecuali yang beracun atau berbahaya.
"Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan yang berasal dari laut, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan (kembali)." (QS Al Maidah: 96).
Namun status halal tidak mutlak jika seafood dicampur bahan haram atau diproses dengan cara tidak benar.
Untuk menjamin kehalalannya, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli seafood. Dilansir beberapa sumber, berikut penjelasannya :
1. Memperhatikan label dan sertifikat halal
Pastikan untuk memerhatikan label halal dana kemasan seafood. Foto: Getty Images/haha21 |
Saat ini banyak seafood yang diproduksi dalam kemasan frozen. Jika membeli seafood seperti itu, pastikan untuk mencari yang berlabel atau bersertifikat halal.
Dengan membeli seafood dengan label dan sertifikasi halal, sudah dipastikan memenuhi standar kehalan yang ditetapkan.
2. Berkomunikasi dengan penjual
Jika membeli seafood segar di supermarket atau pasar, kamu bisa bertanya langsung dengan penjual. Misalnya bertanya asal-usul seafood yang dijual, bagaimana metode pengolahannya, dan apakah sudah mendapat sertifikat halal atau belum.
Penjual mungkin sudah punya sertifikat halal, tetapi belum memasang logo atau masih dalam proses pencetakan di kemasan. Penjual yang jujur dan transparan akan dengan senang hati menjawab pertanyaan seperti ini tanpa tersinggung.
3. Mengetahui bahan kemasan yang digunakan
Kemasan seafood juga penting untuk diperhatikan. Foto: iStock |
Selain memperhatikan asal usul seafood, penting juga untuk mengetahui bahan tambahan di dalam produk seafood tersebut. Sebab, bisa jadi produk seafood, khususnya yang sudah diolah dalam bentuk frozen atau kemasan mengandung bahan haram.
Menurut MUI, bahan tambahan, seperti gelatin atau yang berasal dari proses mikroba harus dicek kehalalnnya berdasarkan media yang digunakan dan kebersihan materialnya.
Kemasan makanan yang digunakan untuk membungkus seafood juga bisa jadi memakai bahan turunan dari daging haram, seperti babi yang mampu mencemari seafood di dalamnya.
4. Peralatan masak dan penyajian harus bebas dari najis
Peraatan masak dan penyajiannya juga harus bebas dari najis. Foto: Shutterstock/ |
Aisha Maharani, pegiat halal sekaligus pendiri Halal Corner, mengungkap peralatan masak dan penyajian seafood harus bebas dari najis maupun kontaminasi silang dengan bahan yang diharamkan, seperti babi atau alkohol.
Misalnya seafood ingin diolah dengan cara digoreng. Minyak goreng yang dipakai perlu diperhatikan. Minyak gorengnya tidak boleh sama dengan yang dipakai untuk menggoreng makanan non halal.
"Hal ini termasuk kebersihan dan pemisahan area pengolahan sesuai standar syariat," ujar Aisha dalam wawancara bersama Republika (30/10/2025).
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan karbon aktif pada minyak goreng. Menurut Advisor of Halal Audit Service LPPOM MUI, Dr. Ir. Mulyorini R. Hilwan, M.Si, jika karbon aktif berasal dari hasil tambang atau arang kayu maka tidak jadi masalah. Tetapi jika menggunakan arang tulang, perlu dipastikan berasal dari hewan yang halal disembelih sesuai syariat islam.
5. Perhatikan bahan tambahan dalam olahan seafood
Penting juga untuk memperhatikan seafood yang dibeli di restoran atau tempat makan. Sebab seafood mungkin dimasak dengan angciu atau arak masak, alkohol, hingga campuran saus yang mengandung gelatin haram.
Biasanya restoran menggunakan arak masak atau alkohol untuk menghilangkan aroma amis seafood dan menambah aroma. Selain itu, kontaminasi silang dari penggunaan alat masak yang sma dengan bahan haram juga bisa membuat seafood ikut menjadi haram.
Beberapa seafood juga mungkin diolah dengan tambahan tepung terigu supaya teksturnya lebih renyah. Tetapi tepung terigu nutrisinya kurang bagus sehingga beberapa sering ditambah dengan aneka bahan, seperti L-sistein yang mana bisa jadi haram. Sebab bahan seperti ini seringkali diekstraksi dari rambut manusia atau bulu hewan yang tidak disembelih sesuai syariat.
Simak Video "Video: Yang Harus Dilakukan Kalau Nggak Sengaja Makan Makanan Haram"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN