Hati-hati! 5 Bahan Dapur Ini Ternyata Haram bagi Muslim

Hati-hati! 5 Bahan Dapur Ini Ternyata Haram bagi Muslim

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 06 Feb 2026 11:30 WIB
MUI Sebut Sake dan Mirin Tetap Haram Meski Hanya Digunakan Sedikit
Foto: Getty Images/iStockphoto/kazoka30
Jakarta -

Bumbu dapur memang bisa meningkatkan cita rasa makanan. Namun sebelum memakainya, muslim perlu cermat dan hati-hati karena sebagian bumbu haram dikonsumsi.

Penggunaan bumbu dapur memang sangat penting dalam masakan. Bumbu tersebut dapat memberikan cita rasa, aroma, dan warna yang menggugah selera.

Namun bagi muslim, pemakaian bumbu dapur tetap perlu diperhatikan. Sebab, beberapa bahan tambahan atau penyedap berisiko mengandung bahan haram, seperti khamr atau turunan dari babi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini juga menjadi peringatan bagi muslim ketika makan di restoran. Pasalnya ada banyak restoran yang menawarkan makanan tanpa mengandung daging babi, tetapi bisa jadi racikan bumbunya non halal.

ADVERTISEMENT

Berikut 5 bumbu masak dapur yang haram dikonsumsi muslim :

1. Mirin

Mirin merupakan bumbu dapur yang sering digunakan, terutama dalam masakan Jepang. Bentuknya seperti cairan kental bening kekuningan.

Fungsi mirip dalam masakan beragam, tetapi umumnya untuk menambah rasa manis, aroma harum, menghilangkan bau amis, dan memberikan efek mengkilap pada masakan, seperti bumbu teriyaki.

Namun perlu diketahui jika mirin haram dikonsumsi oleh muslim. Karena bahan masakan ini terbuat dari beras yang sudah difermentasi, sehingga mengandung alkohol. Kandungan alkoholnya sekitar 10-14%.

2. Sake

A brewer using a long paddle stirs the mixture of rice, Koji, water and yeast starter inside a giant tank as a part of the fermentation process to brew sake, a traditional Japanese rice wine, at Ishikawa Shuzou, or Ishikawa Brewery, in Fussa, western portion of Tokyo, Japan November 25, 2024.  REUTERS/Issei KatoSake menjadi salah satu bahan yang haram dikonsumsi. Foto: REUTERS/Issei Kato

Sake juga hampir mirip dengan mirin yang terbuat dari fermentasi beras yang diseduh, seperti pembuatan bir dan anggur. Biasanya sake digunakan untuk menghilangkan amis pada ikan atau hidangan sushi.

Namun perlu diingat jika sake mengandung alkohol sekitar 15-20%, sehingga termasuk jenis khamr dan haram dikonsumsi muslim.

3. Arak masak putih

Pada beberapa hidangan China, arak masak putih atau dikenal dengan pek bie tjioe sering digunakan.

Bumbu ini terbuat dari hasil fermentasi beras yang dipakai untuk menambah aroma harum, memperkuat rasa, dan menghilangkan bua amis pada masakan. Umumnya ditambahkan dalam pembuatan hidangan tumisan, sup, atau seafood.

Meskipun sering dipakai dalam masakan, jenis arak ini haram dikonsumsi muslim karena termasuk kategori khamr. Kandungan alkohol di dalamnya sekitar 5-10% atau lebih yang akhirnya membuat makanan tidak menjadi halal.

4. Angciu

angciuAngciu juga termasuk bahan yang tidak boleh dikonsumsi. Foto: site news

Penggunaan angciu terutama dalam masakan China juga sudah tidak asing lagi. Bahkan banyak penjual nasi goreng gerobakan sekalipun yang menggunakan angciu. Angciu biasanya digunakan untuk menambah cita rasa dan aroma pada masakan.

Pada dasarnya angciu merupakan arak masak khas China yang terbuat dari fermentasi beras ketan putih. Dilansir dari Halal Corne di Instagram (8/11/2023), proses pembuatannya meliputi beras ketan putih yang dimasak lalu didinginkan dan diberi ragi tape.

Beras ketan putih tersebut lalu dimasukkan ke wadah dan didiamkan selama 3 hari. Setelah itu, ditambah dengan arak putih dan bubuk angkak lalu didiamkan kembali selama 35 hari.

Proses panjang tersebut menghasilkan kadar alkohol sebesar 15% yang membuatnya tidak halal dikonsumsi.

5. Rice cooking wine

Bumbu cair ini juga termasuk bahan makanan yang haram dikonsumsi muslim. Pasalnya terbuat dari fermentasi beras. Sering juga digunakan dalam masakan-masakan Asia.

Umumnya bahan dapur ini digunakan untuk menambah kedalaman rasa, aroma, rasa manis lembut pada masakan. Sering juga digunakan sebagai tambahan dalam tumosan atau bumbu perendam untuk melunakkan dan menghilangkan bau amis daging.

Jenis rice cooking wine yang paling umum adalah anggur Shaoxing, berwarna cokelat kemerahan dengan rasa seperti kacang dan aroma karamel.

Namun muslim perlu menghindari penggunaan bahan ini karena mengandung alkohol sekitar 10-25%. Sekalipun alkohol menguap ketika dimasak, tetapi penggunaannya tetap tergolong haram.

Halaman 2 dari 2
(aqr/adr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads