Polisi menemukan produksi mie basah yang menggunakan campuran formalin di dalamnya. Agar tak tertipu, perhatian ciri-ciri fisik berikut dan hindari membelinya!
Kasus mie berformalin mencuat setelah polisi membongkar pabrik mi basah di Boyolali, Jawa Tengah. Dilansir dari detikjateng, (11/3/2026), pelaku diketahui mencampurkan sekitar 1 liter formalin ke dalam 100 kilogram adonan mie agar produk lebih tahan lama sebelum dijual ke pasaran.
Mie tersebut diproduksi hingga 1-1,5 ton per hari dan diedarkan ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Formalin sendiri merupakan bahan kimia berbahaya yang dilarang digunakan dalam makanan karena bersifat racun bagi tubuh manusia.
Dalam jangka panjang, zat ini dapat menumpuk pada organ hati dan berpotensi menyebabkan kerusakan sel liver. Agar terhindar dari bahaya makanan berformalin, beberapa cirinya dapat diketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini 5 ciri mie berformalin yang perlu diwaspadai, seperti dikutip dari berbagai sumber:
Mie yang mengandung formalin memiliki tekstur yang terlalu kenyal. Foto: Getty Images/iStockphoto |
1. Tekstur Terlalu Kenyal
Salah satu tanda paling umum dari mie berformalin adalah teksturnya yang terlalu kenyal atau elastis. Ketika ditekan atau ditarik, mie tidak mudah putus dan terasa lebih kaku dibanding mie segar biasa.
Mie basah yang dibuat secara alami umumnya memiliki tekstur lembut dan mudah patah jika ditarik. Sebaliknya, mie yang dicampur bahan kimia cenderung lebih kuat karena formalin dapat mengawetkan sekaligus mengeraskan struktur makanan.
2. Tidak Mudah Basi
Mie basah normal biasanya hanya bertahan sekitar satu hari pada suhu ruang. Setelah itu, mie akan mulai berlendir dan berbau asam karena proses fermentasi alami.
Namun pada kasus mie berformalin, produk bisa bertahan jauh lebih lama tanpa perubahan signifikan. Hal ini karena formalin menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.
Ada aroma kimia menyengat yang juga bisa terhirup saat mie masih segar. Foto: iStock |
3. Bau Kimia Menyengat
Mie yang mengandung formalin sering kali memiliki aroma tidak biasa. Bau tersebut bisa tercium tajam atau mirip dengan bahan kimia pengawet.
Sebaliknya, mie segar biasanya hanya memiliki aroma tepung atau sedikit bau khas adonan. Aromanya juga bisa dikenali walaupun mie masih dalam kemasan.
4. Tidak Dikerubungi Lalat
Ciri lain yang sering dijadikan indikator adalah mie tidak dihinggapi lalat, terlebih ketika membelinya di pasar tradisional. Makanan yang mengandung formalin cenderung tidak menarik bagi serangga karena zat kimia tersebut bersifat toksik.
Bahkan jika mie dibiarkan di udara terbuka dalam waktu lama sekalipun tetap tidak dikerubungi lalat. Cara ini dapat menjadi trik untuk memeriksa kualitas mie sebelum membelinya.
5. Terasa Kaku Saat Dipegang
Jika mie benar-benar terbuat dari adonan segar, teksturnya seharusnya kenyal. Hal ini terjadi sebab kandungan gluten dari tepung yang digunakan untuk membuat mie.
Sementara mie yang berformalin akan terasa lebih kaku dan tidak elastis. Bahkan ketika diremas, mie hanya akan sekadar patah, tetapi tidak mudah hancur.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN