Krisis ojek online (ojol) ramai dibahas di media sosial. Banyak pelanggan hingga pemilik usaha mengeluhkan sulitnya mendapat sopir untuk antar pesanan.
Belakangan ini media sosial diramaikan dengan keluhan netizen yang menyebut Indonesia sedang mengalami krisis ojol.
Hal ini dirasakan oleh banyak pengguna layanan transportasi dan pesan antar makanan online yang kesulitan mendapatkan pengemudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluhan tersebut salah satunya dibagikan oleh akun X @txtdaribrand pada Minggu (9/3). Dalam unggahannya, ia mengaku harus menunggu lama saat pesan makanan online.
Fenomena Krisis Ojol! Pesan Makanan Online Bisa Nunggu Berjam-jam Foto: X/Instagram |
Ia mengatakan sudah menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk memesan dendeng crispy Indud di kawasan Kebon Baru. Namun pada akhirnya pesanan tersebut tidak berhasil diproses.
Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terlihat pesanan makanannya dibatalkan karena tidak ada pengemudi yang tersedia di sekitar lokasi restoran.
Pengalaman serupa juga dialami oleh netizen lain dengan akun @juh*n*to (13/3). Ia mengaku memesan kopi pada siang hari, tetapi pesanannya baru tiba setelah magrib.
Dalam unggahannya, ia memperlihatkan tangkapan layar pesanan dari gerai Saturdays x Naked Dough. Ia bahkan mencoba memesan dari beberapa cabang berbeda karena sulit mendapatkan pengemudi.
Pelanggan sulit mendapat sopir ojol saat beli kopi online. Foto: X/Instagram |
Gerai yang dicoba antara lain berada di Grand Indonesia, City Walk Sudirman, hingga kawasan Cideng, Jakarta Pusat. Namun proses pengiriman tetap memakan waktu lama.
"Order kopi buat siang hari biar gak ngantuk, baru sampai setelah magrib. Saat gue sudah tidur nyenyak kelelahan," tulis netizen tersebut.
Kondisi ini rupanya tidak hanya dirasakan oleh pelanggan, tetapi juga berdampak pada pemilik usaha makanan yang mengandalkan layanan pesan antar.
Seorang pemilik usaha dengan akun @paramitadana mengaku sering menghadapi situasi ketika pesanan pelanggan sudah selesai dibuat, tetapi tidak ada pengemudi yang mengambil pesanan tersebut.
Tanggapan pemilik usaha soal krisis ojol. Foto: X/Instagram |
"Sebagai yang punya merchant di GoFood/GrabFood/ShopeeFood, gue ikut terdampak krisis ojol karena orderan kalian yang udah dibikin, tapi gak ada yang pickup. Rugi udah pasti tapi gak apa-apa, biar nanti Allah yang ganti," tulisnya.
Di sisi lain, pengemudi ojol memiliki pandangan berbeda terkait fenomena yang ramai disebut sebagai krisis ojol ini.
Kepada detikFood (13/3), seorang pengemudi ojol bernama Yusup Kusuma, mengatakan kondisi tersebut bukan sepenuhnya karena minimnya jumlah pengemudi.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang memengaruhi, salah satunya sistem pembagian order yang dinilai kurang tepat.
"Selain karena mungkin banyak yang sudah mudik, juga sistem kita yang agak aneh. Karena biasanya malah dapat yang jarak antarnya lebih dekat dengan jarak jemput di titik lokasi pelanggan," jelas Yusup.
Fenomena ini pun memicu diskusi di media sosial. Banyak pengguna layanan pesan antar berharap sistem aplikasi bisa diperbaiki agar proses pemesanan makanan kembali berjalan lancar, terutama saat Ramadan ketika permintaan meningkat.
(raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN