Diet ternyata tak hanya soal kalori dan pilihan makanan, tapi juga cara mengonsumsi makanan. Lantas, bagaimana dengan metode nyeleneh makan pakai plastic wrap di mulut ya?
Tren diet aneh kembali muncul di media sosial. Kali ini, sejumlah orang di China mencoba cara ekstrem dengan menggunakan plastic wrap atau plastik pembungkus makanan di area mulut saat makan. Tujuannya supaya asupan makanan berkurang dan berat badan turun.
Dilansir dari Oddity Central (22/2), tren ini dijuluki sebagian netizen sebagai 'mouth condom for food' atau semacam kondom mulut. Dalam video-video yang beredar, terlihat orang-orang menutup sebagian besar mulut mereka dengan plastic wrap, menyisakan sedikit celah kecil untuk memasukkan makanan.
Secara simpel, langkah tersebut bertujuan membuat makanan tidak kontak langsung dengan mulut, sebelum makanan berakhir dibuang. Mereka yang melakukannya berharap dapat 'menipu' otak kalau sudah makan dan kenyang dengan mengunyah makanan, meski sebenarnya tidak.
Tren diet nyeleneh ini pun memicu banyak kritik. Plastic wrap sendiri sebenarnya dirancang untuk membungkus makanan agar tetap segar, bukan untuk bersentuhan langsung dengan wajah atau digunakan saat makan.
Karena itu, banyak warganet mempertanyakan keamanan tren diet ini. Sejumlah pengguna media sosial menyebut tren tersebut tidak masuk akal dan terlalu berlebihan.
Cara makan seperti ini dinilai bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi dan mengidamkan makanan berlebih seiring waktu.
Para ahli juga memperingatkan bahwa tren ini bisa mendorong gangguan makan serius seperti bulimia dan anoreksia. Sebab melatih otak untuk mendapatkan kesenangan dari rasa dan tekstur makanan tanpa kalori.
Mereka yang melakukan tren diet aneh ini juga berisiko menelan sejumlah besar mikroplastik, karena mengunyah bungkus plastik pasti akan melepaskan serpihan kecil plastik yang bercampur dengan air liur dan masuk ke sistem pernapasan dan pencernaan. Kondisi tersebut bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi.
(adr/adr)