Kesukaan anak kecil terhadap permen dimanfaatkan oleh guru daycare tidak bertanggungjawab ini. Ia malah memberikan 'permen' pencahar agar anak di daycare diare dan berakhir pulang cepat!
Seorang guru di tempat penitipan anak (daycare) berusia 23 tahun di St. Charles, Illinois, Amerika Serikat, ditangkap setelah diduga memberikan obat pencahar kepada beberapa anak di di tempat ia bekerja. Tindakan itu dilakukan karena ia merasa kewalahan dan ingin anak-anak tersebut pulang lebih cepat.
Melansir Oddity Central (13/2), kejadian ini terungkap setelah sejumlah orang tua melapor ke polisi. Mereka mengaku anaknya yang rata-rata berusia 2 tahun atau di bawahnya tiba-tiba mengalami diare setelah pulang dari daycare.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pikir itu mungkin virus, dan hasilnya negatif, tetapi dia juga tidak didiagnosis menderita sakit perut atau penyakit lainnya," kata ibu yang tidak disebutkan namanya itu. Ia bahkan mengganti susu formula bayi dan mengunjungi beberapa dokter untuk mengatasi diare anaknya, tetapi tidak ada yang berhasil.
Awalnya laporan tersebut terdengar janggal, tetapi kasusnya menjadi jelas setelah guru yang bersangkutan menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya.
Menurut laporan, obat yang diberikan adalah pencahar kunyah. Obat ini sebenarnya digunakan untuk mengatasi sembelit. Namun, jika diberikan tanpa pengawasan medis, terlebih kepada anak kecil, pencahar dapat menyebabkan diare hebat, kram perut, gangguan cairan, hingga dehidrasi.
Polisi menyatakan bahwa pemberian obat tanpa sepengetahuan dan izin orang tua merupakan pelanggaran serius. Tidak jelas sudah berapa kali guru itu memberikan 'permen' pencahar, tapi dilaporkan bahwa aksinya cukup sering dilakukan hingga membuat masalah kesehatan serius pada anak-anak.
"Anak saya masih menderita sembelit, yang menurut dokter akan menjadi efek samping dari obat pencahar, atau efek samping dari penghentian penggunaan obat pencahar," keluh ibu dari salah satu anak tersebut.
Guru itu kini menghadapi tuduhan percobaan penganiayaan berat serta membahayakan kesehatan dan keselamatan anak. Salah satu orang tua mengaku terkejut saat mengetahui alasan di balik kejadian tersebut.
Ia mengatakan pihak sekolah memberi tahu bahwa guru itu memberikan pencahar sambil mengatakan kepada anak-anak bahwa itu adalah permen. Tujuannya agar mereka sakit perut dan bisa dijemput lebih awal.
Kasus ini pun menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan orang tua. Banyak yang mempertanyakan standar pengawasan di tempat penitipan anak serta prosedur keamanan yang diterapkan. Atas aksinya, guru tersebut ditangkap dan kemudian dibebaskan dari tahanan setelah diberi tanggal sidang.
(adr/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN