Seorang penjual laksa baru-baru ini menarik perhatian publik. Pasalnya ia membagikan video tengah membuang 300 kg kuah laksa. Hal tersebut pun dinilai tidak perhatian.
Setiap tempat makan atau restoran umumnya memiliki food waste atau limbah makanan. Hal ini biasanya disebabkan karena manajemen inventaris yang kurang baik, perencanaan menu yang tidak efisien, atau porsi berlebihan.
Beberapa restoran memang kerap mengedepankan kualitas dan bahan yang segar. Namun ketika makanan tersebut tidak laku atau tiba-tiba basi, maka mau tidak mau penjual bakal membuangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah food waste atau limbah makanan seperti ini memang sering menuai pro dan kontra. Belum lama ini seorang penjual makanan pun dikecam banyak orang karena melakukan pembuangan makanan tersebut.
Dato' Seri Vida, pemilik usaha sekaligus influencer populer di Malaysia, baru-baru ini disorot publik lantaran mengunggah video ketika ia dan karyawannya membuang sampah makanan ke saluran pembuangan besar.
Pemilik usaha ini menunjukkan momen ketika ia membuang 300 kg kuah laksa. Foto: datoserivida | Instagram |
Saat ini Dato Seri Vida sedang menjalankan bisnis sampingan. Ia ikut berpartisipasi dalam sebuah festival kuliner. Di sana, ia menjual laksa paragon seharga RM 25 atau Rp 106.811 per porsi.
Dalam suatu momen, pemilik usaha yang dikenal dengan sapaan DSV itu memutuskan untuk membuang kuah laksa jualannya akibat sudah basi. Kuah laksa yang dibuang jumlahnya tak main-main. DSV mengungkap ia perlu membuang sekitar 300 kilogram kuah laksa, lapor worldofbuzz.com (4/2).
Dalam unggahan videonya, DSV terlihat menuangkan kuah yang sudah basi itu ke saluran pembuangan atau selokan. Saking banyaknya, kuah tersebut dibagi ke beberapa tong besar sebelum dibuang.
Setelah membuangnya ke selokan, ia segera kembali ke dapur untuk menyiapkan kuah laksa yang baru.
Kuah laksa tersebut dibuang lantaran sudah basi. Foto: datoserivida | Instagram |
Menurutnya hal ini tidak menimbulkan masalah atau kerugian finansial karena lebih merugikan tenaga kerja dan waktu. Mengingat ia dan karyawannya butuh menyiapkannya dalam jumlah begitu besar.
Unggahan videonya memicu reaksi beraga dari netizen. Sebagian besar mengecam perbuatan pemilik usaha ini karena metode pembuangan yang ia lakukan mengkhawatirkan.
Banyak netizen tidak suka dengan cara DSV membuang makanan basi itu karena bisa berdampak terhadap kebersihan lingkungan, terutama air.
"Astagfirullah....Situasi ini benar-benar harus diberhentikan, bukan hanya mencemari air tetapi sejumlah bahan yang mereka sia-siakan juga membuat saya kesa;," ujar seorang netizen.
Ada juga netizen yang khawatir dengan makhluk akuatik di selokan tersebut.
"Kasihanilah kehidupan akuatik. Jangan membuang makanan dan minyak ke sungai, air adalah sumber oksigen utama mereka." ujar netizen ini.
Sebagian netizen menyarankan pemilik usaha ini untuk melakukan teknik memasak yang lebih baik supaya kaldu atau kuah laksanya bisa tahan lebih lama.
Salah satunya menyarankan untuk merebus kaldu atau kuah laksa dengan api kecil dalam waktu lama.
"Jangan langsung menutup panci setelah kuah matang," ujarnya.
(aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN