Gerai Makanan Ini Diserbu, Penjualnya Atletis Bikin Pelanggan Salfok!

Gerai Makanan Ini Diserbu, Penjualnya Atletis Bikin Pelanggan Salfok!

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 05 Feb 2026 17:00 WIB
Penjual kedai kekar berotot
Foto: CNA Lifestyle
Jakarta -

Dua kakak beradik yang melanjutkan bisnis keluarga berhasil menarik perhatian. Tubuhnya yang kekar dan atletis bikin pelanggan rela antre!

Sebuah gerai makanan Peranakan di Singapura mendadak viral dan ramai antrean. Tak hanya karena makanannya yang lezat, tetapi juga karena penjualnya yang berpostur atletis.

Kehadiran mereka membuat pelanggan rela mengantre, bahkan bukan sekadar untuk makan. Dilansir dari CNA Lifestyle (3/2/2026), gerai tersebut bernama Nya Nya. Lokasinya di Food Republic, Wisma Atria, Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak dibuka awal Januari 2026, tempat makan ini langsung menarik perhatian. Menu khas Peranakan seperti nonya laksa, ayam tempra, nasi kunyit, hingga aneka kue tradisional menjadi andalan.

ADVERTISEMENT
Penjual kedai kekar berototAntrean panjang terlihat di sebuah kedai di salah satu pusat perbelanjaan di Singapura.. Foto: CNA Lifestyle

Namun, faktor lain yang membuatnya viral adalah dua pemiliknya yang dijuluki pelanggan sebagai "hunky brothers". Dua bersaudara tersebut adalah Daryl Lim (27) dan Damian Lim (21).

Daryl memiliki tinggi sekitar 1,85 meter, sementara Damian setinggi 1,84 meter dengan tubuh kekar. Penampilan mereka kontras dengan wajah ramah dan sikap santai saat melayani pelanggan.

Beberapa pelanggan juga ada yang datang hanya untuk melihat atau berfoto dengan mereka. Meski mendapat banyak perhatian, keduanya tetap fokus menjalankan bisnis keluarga.

Nya Nya merupakan kelanjutan usaha kuliner keluarga yang telah berjalan puluhan tahun. Sang nenek memulai bisnis makanan Peranakan pada 1980 melalui kios Nonya Delicatessen di Bukit Timah Plaza.

Penjual kedai kekar berototSelain karena makanan yang enak, penjualnya yang kekar berotot. Foto: CNA Lifestyle

Usaha tersebut kemudian diteruskan ayah mereka pada 1997. Daryl dan Damian menjadi generasi ketiga yang membuat pembaruan dengan membawa gerai tersebut menjadi lebih modern.

Keduanya bekerja sejak pagi hingga malam, mulai dari menyiapkan bahan, melayani pelanggan, hingga membantu ibunya membuat kue. Damian yang masih berkuliah juga tetap aktif membantu mengelola toko.

Bahkan Damian mengaku akan fokus menjalankan bisnis keluarga setelah ia menyelesaikan wajib militernya nanti. Menurut Daryl dan Damian, menu andalan Nya Nya adalah nasi kunyit yang sering cepat habis.

Selain itu ada juga nonya laksa dan kue tradisional seperti onde-onde dan kue salat. Kesuksesan gerai ini bahkan membuat keluarga Lim berencana membuka cabang baru di Mandai Wildlife Reserve dan Suntec City.




(dfl/adr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads