Di Singapura, kamu bisa makan nasi padang legendaris sejak 1954. Pilihan menunya berupa Paru Belado hingga Sotong Sambal yang jadi andalan 'warlok' hingga turis.
Khazanah kuliner Indonesia di Singapura mendadak heboh gegara penutupan Warong Nasi Pariaman. Warung padang legendaris tersebut sudah berdiri sejak 78 tahun yang lalu dan cita rasanya disukai warga lokal.
Sayangnya Warong Nasi Pariaman mengakhiri operasionalnya secara permanen pada 31 Januari 2026. Namun tak jauh dari Warong Pariaman, dengan berjalan kaki sejauh 300 meter ke arah Arab Street, detikers juga bisa makan nasi padang yang tak kalah enak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah Rumah Makan Minang yang juga sudah beroperasi sejak 1954 dan menjadi destinasi makan nasi padang lainnya di Singapura. Tempat makan ini cocok untuk menikmati perpaduan racikan masakan khas Padang dengan sentuhan Melayu dan sedikit penyesuaian dengan selera lidah lokal.
Detail Informasi | |
| Nama Tempat Makan | RM Minang |
| Alamat | Kandahar Street, Kampong Glam, Singapura |
| No Telp | +65 6977 7064 |
| Jam Operasional | Setiap hari, 09.00 - 20.00 waktu Singapura |
| Estimasi Harga | SGD 2.00 - 10.00 |
| Tipe Kuliner | Tradisional Indonesia |
| Fasilitas |
|
Di depan Masjid Sultan kawasan Arab Street, Singapura ada warung nasi padang legendaris khas Indonesia. Foto: Tim detikFood |
Salah Satu RM Padang Tertua di Singapura
Rumah Makan Minang menjadi salah satu tempat makan nasi padang yang tak kalah legendaris di Singapura. Berlokasi di Arab Street, tepatnya di depan Masjid Sultan, rumah makan ini banyak disambangi turis maupun warga lokal alias warlok.
Warung makan khas Padang tersebut sudah berdiri sejak 1954. Hingga kini masih banyak pelanggan yang silih berganti berdatangan ke RM Minang untuk menikmati makanan padang khas Indonesia.
Rumah makan ini didirikan oleh keluarga asal Padang, Indonesia yang hijrah ke Singapura pada 1940an. Kini RM Minang dikelola oleh generasi ketiga dari Hajjah Rosemah Binte Mailu yang pertama kali menghadirkan RM Minang dalam bentuk kaki lima.
Setiap harinya ada belasan lauk pauk yang ditawarkan di sini. Foto: Tim detikFood |
Belasan Lauk Menggugah Selera
RM Minang punya konsep mirip seperti di Indonesia. Di sini lauk pauknya dipajang pada etalase kaca untuk memudahkan pelanggan melihat dan memilih makanan yang hendak dipesan.
Saat disambangi oleh tim detikFood (29/1), kami melihat 19 jenis lauk pauk yang masih tersedia hingga sore hari. Mulai dari ikan, daging, telur, ayam, sayuran, hingga sotong yang dimasak dengan berbagai jenis bumbu dan kuah.
Di RM Minang, pelanggan bisa memilih dua jenis penyajian. Pertama, porsi untuk satu orang yang dicampur antara lauk dan nasi dalam satu piring. Kedua, porsi 'sharing' yang memisahkan antara nasi dan lauk untuk dinikmati bersama.
Racikan bumbu untuk lauk pauknya masih mengacu pada masakan Minang khas Indonesia tetapi dengan sedikit sentuhan rasa lokal. Foto: Tim detikFood |
Karakter Bumbu sesuai Selera Warlok
Kami mencicipi tiga jenis lauk di RM Minang, yaitu Paru Balado, Sotong Sambal, dan Ayam Rendang.
Paru Balado menjadi salah satu yang paling kami sukai. Teksturnya empuk dan kenyal tanpa aroma amis atau alot ketika dikunyah.
Kemudian ada Sotong Sambal yang jarang atau bahkan tak pernah ditemukan di warung nasi padang di Indonesia. Sotong atau cumi berukuran besar dimasak dengan bumbu sambal merah.
Teksturnya pun kenyal dan tidak alot, menandakan cara memasak sotong yang dilakukan dengan tepat. Kami juga memesan Ayam Rendang yang ukurannya cukup besar bahkan bisa saja dinikmati satu potong untuk dua orang.
Namun karakter rasa yang paling signifikan ialah tidak pedas untuk semua bumbu. Sambal baladonya pedas manis karena terlihat menggunakan cabai merah besar.
Untuk bumbu pada Ayam Rendang rasanya mirip kalio, bukan tipe rendang kering yang menghitam. Sotong Sambalnya memiliki rasa yang pedas manis dengan dominan manis dan rasa pedas yang baru muncul di akhir.
Sebab kami memesan porsi sharing, nasi putih hanya dilengkapi dengan sambal tomat hijau. Tidak ada tambahan bumbu atau kuah seperti jika memesan untuk porsi satuan.
Harga yang dibanderol terbilang terjangkau untuk patokan makanan di Singapura. Foto: Tim detikFood |
Harga yang Terjangkau
Untuk standar harga makanan di Singapura, RM Minang terbilang terjangkau. Seporsi nasi dengan sambal hanya dibanderol 1.00 Dolar Singapura atau setara dengan Rp 13.200 per porsinya.
Sementara lauk pauknya dipatok mulai dari 5.00 - 6.00 Dolar Singapura untuk pilihan protein. Sepotong ayam rendang harganya di sini 5.00 Dolar Singapura per potong atau setara dengan hampir Rp 66.000.
Seporsi Paru Belado dengan isian yang cukup banyak ditagih 6.00 Dolar Singapura atau setara dengan Rp 79.000an. Terakhir ada Sotong Sambal yang ukurannya juga cukup besar dipatok dengan harga 6.00 Dolar Singapura atau setara dengan 79.000.
Satu kali makan di RM Minang untuk porsi dua orang, tim detikFood menghabiskan 20.00 Dolar Singapura sudah termasuk minum dan pajak sebesar 9%. Artinya untuk tiga lauk protein dan dua porsi nasi kami membayar hampir Rp 264.000.
Simak Video "Cuma di Sini, Makan Nasi Padang Gratis Ceker Sepuasnya!"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN