Getok harga masih menjadi momok menakutkan bagi pengunjung restoran dan tempat wisata. Beberapa kejadian getok harga yang meresahkan ini viral di media sosial.
Aksi curang para pedagang nakal yang berusaha mengambil keuntungan lebih banyak masih terjadi. Kejadian yang sering disebut sebagai getok harga ini menjadi momok yang menakutkan bagi pelanggan ketika datang ke tempat makan tanpa daftar menu hingga kedai-kedai di kawasan wisata.
Tentunya getok harga kan merugikan para pelanggan yang sekadar ingin mengatasi laparnya saja. Mematok harga makanan dengan tinggi dan tidak masuk akal diharapkan oleh para penjual mendatangkan untuk yang lebih besar.
Beberapa waktu lalu banyak kejadian getok harga yang dialami para pengunjung tempat wisata saat musim liburan. Sebagian kisahnya viral hingga tempat makan terkait mendapat sorotan tajam dari netizen.
Berikut ini 5 kejadian getok harga yang viral di media sosial:
1. Nasi Uduk di Sabang
Menyambangi kedai nasi uduk di Sabang, seorang food vlogger mengaku menjadi korban getok harga. Warung tersebut bernama Nasi Uduk dan Nasi Ulam dengan berbagai jenis menu yang komplet ditawarkan.
Food vlogger tersebut memesan nasi ulam, teri balado, paha ayam, tempe, sate cumi, es leci dan dendeng untuk makan malamnya. Dipatok harga paha ayam dan sate cumi senilai Rp 30.000 dan Rp 35.000, food vlogger ini merasa harga yang diberikan terlalu mahal untuk menu tersebut.
Selain itu total makanan yang seharusnya berharga Rp 117.000 juga dihitung menjadi Rp 180.000 oleh pemilik warung makannya. Menanggapi tuduhan getok harga yang diberikan, pemilik warung menyebut ada kesalahan yang dilakukan oleh karyawan yang bekerja di sana. Baca kronologi selengkapnya di sini.
2. Nasi Ayam di Tol Cipali
Arus mudik yang terjadi saat libur Lebaran 2023 lalu membuat banyak pemudik akan melipir ke rest area sekadar untuk makan dan beristirahat. Tetapi seorang politisi yang merupakan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengungkapkan dirinya menjadi korban getok harga.
Politisi bernama Sigit Widodo mengatakan dirinya memesan nasi, dua potong ayam goreng dan minuman teh kemasan dengan total harga yang seharusnya Rp 116.200. Tetapi ketika membayar makanannya ia justru ditagih senilai Rp 118.200.
Keributan getok harga ini terjadi secara dramatis hingga kedai makaan terkait diberi hukuman oleh pihak rest area untuk menutup warungnya selama 7 hari. Baik Sigit Widodo dan pihak warung makan sampi berkomunikasi serius untuk meluruskan masalah tersebut. Baca fakta kasusnya di sini.
Baca juga: Sri Mulyani Cicip Samgyetang Khas Korea Selatan, Begini Komentarnya
Kejadian getok harga lainnya ada di halaman berikutnya.
Simak Video "Video: Penjelasan BPOM soal Taiwan Larang Indomie Soto Banjar "
(dfl/odi)