Pertama Kali Cicip Sate Gebug di Malang, Keluarga Korea Ini Ketagihan!

ADVERTISEMENT

Pertama Kali Cicip Sate Gebug di Malang, Keluarga Korea Ini Ketagihan!

Atiqa Rana - detikFood
Sabtu, 08 Okt 2022 19:00 WIB
Orang Korea makan sate gebug
Foto: YouTube / Hari Jisun
Jakarta -

Keluarga Korea ini belum lama mencicipi sate gebug di Malang. Awalnya mereka merasa satenya terlalu besar, tetapi ternyata rasanya justru bikin nagih!

Indonesia dikenal dengan keragaman kulinernya yang ada di setiap daerah, tak terkecuali di kota Malang.

Kota Malang punya kuliner khas berupa sate bernama sate gebug. Sate ini dibuat dari daging sapi has dalam yang diolah dengan cara digebuk atau ditumbuk, kemudian dibumbui dan dibakar. Atas dasar proses inilah mengapa sate khas Malang itu dinamakan sate gebug.

Mungkin bagi orang Indonesia, makan sate gebug adalah hal yang biasa. Tetapi tidak dengan keluarga asal Korea ini yang justru ketagihan makan sate gebug.

Belum lama ini, sebuah keluarga Korea mengunggah video dalam akun YouTube milik Hari Jisun (05/10) yang menunjukkan momen kulineran mereka di Malang.

Dalam video tersebut, Hari Jisun dan keluarganya pergi ke Warung Sate Gebug 1920. Sesampainya disana, mereka memesan 2 rawon, 1 sop , dan 3 sate gebug tanpa lemak.

Ketika makanan datang, mereka cukup terkejut dengan penampilan sate gebug yang lebih besar daripada sate pada umumnya. "Sate di sini besar banget!! Sate raksasa!," kata Hari Jisun.

Orang Korea makan sate gebugKetika makanan datang, mereka cukup terkejut dengan penampilan sate gebug yang lebih besar daripada sate pada umumnya. Foto: YouTube / Hari Jisun

Jisun pun menyadari bahwa bentuk sate gebug ini mirip seperti sate buntel yang pernah ia makan di Solo.

Keluarga inipun secara bergantian mencoba sate gebug tersebut. Ketika adiknya, Junsu dan ibunya menggigit daging sate, mereka memberi reaksi yang mengejutkan.

Ibu Hari merasa bahwa sate ini punya bumbu yang sangat pas dengan aroma asap yang membuatnya lebih enak. Bahkan, orang Korea ini tak bisa meninggalkan sambal. Ia terlihat menaruh sedikit sambal ke atas sate agar lebih nikmat.

Orang Korea makan sate gebugKetika Jisun ikut mencicipi satenya, ia pun turut kaget dengan rasanya yang ternyata nikmat. Foto: YouTube / Hari Jisun

Ketika Jisun ikut mencicipi satenya, ia pun turut kaget dengan rasanya yang ternyata nikmat. "Ini enak!! Suka banget sama teksturnya! Tidak lembut banget seperti makan masakan daging giling, tapi lebih kenyal-kenyal," komentar Jisun ketika pertama kali mencicipi sate tersebut.

Keluarga Korea ini nampak sangat menikmati sate berukuran besar itu. Mereka bahkan mencobanya dengan berbagai tambahan bumbu. Seperti Junsu yang mencampurkan sate dengan saus kecap, dan Jisun yang memberi sate sedikit kuah rawon.

Mereka juga melepaskan sate dari tusukan, lalu memakannya dengan sesuap nasi dan sambal. "Sate ini dagingnya besar banget, jadi merasa lebih enak dimakan ya. Makan satu tusuk aja merasa makan banyak daging!," pungkas ibu Jisun.

Keluarga Korea tersebut tidak menyangka bahwa sate raksasa itu punya daging yang sangat kenyal. Merasa cocok di lidah, keluarga ini sampai-sampai memesan satu tusuk sate lagi, tetapi kali ini sate gebug dengan lemak.

Orang Korea makan sate gebugKetika dicoba, ternyata tidak ada banyak perbedaan antara sate gebug tanpa lemak dan dengan lemak. Foto: YouTube / Hari Jisun

Ketika dicoba, ternyata tidak ada banyak perbedaan antara sate gebug tanpa lemak dan dengan lemak. Hanya saja ada sedikit bagian sate berlemak yang alot. "Kalau rasanya hampir sama", ungkap Junsu.

Sate itu awalnya dipesan untuk dimakan bersama-sama. Tetapi, Junsu yang justru melahapnya habis.

Keluarga ini telah menghabiskan 4 tusuk sate gebug berukuran besar di warung sate legendaris di Malang. Ternyata banyak orang Korea yang cukup menggemari dan cocok dengan rasa berbagai macam kuliner khas Indonesia.

Hari Jisun dan keluarganya pun merekomendasikan banyak orang untuk makan di warung ini. Mereka tidak bisa melupakan momen makan sate gebug yang punya daging tebal dengan rasa dan tekstur yang luar biasa.

Sate gebug di malang ini awalnya didirkan tahun 1920 di sebuah bangunan bekas penjajahan Belanda. Sate ini pun dibuat dari daging berkualitas super yang diproses dengan cara di gebug sampai lunak. Barulah sate yang punya ukuran padat itu dipanggang.

Karena bahannya yang punya kualitas bagus yaitu bagian tenderloin, pemilik generasi ketiganya ini mengungkap bahwa mereka cukup kesulitan untuk menemukan daging tersebut. Akhirnya warung sate gebug legendaris di Malang ini tidak bisa menyiapkan porsi yang banyak.



Simak Video "Sate Gebuk Khas Malang yang Nikmat dan Tidak Alot"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT