ADVERTISEMENT

Pria yang Konsumsi Daging Dilarang Berhubungan Intim, Ini Sebabnya

Sonia Basoni - detikFood
Sabtu, 24 Sep 2022 07:00 WIB
Pria yang Konsumsi Daging Dilarang Berhubungan Intim, Ini Sebabnya
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Pria yang mengonsumsi daging seharusnya dilarang berhubungan intim atau seks untuk melestarikan bumi. Alasannya cukup mencengangkan.

Selama beberapa tahun terakhir, isu tentang perubahan iklim hingga krisis lingkungan kian meningkat. Kini muncul gagasan bahwa pria yang masih konsumsi daging, harusnya dilarang berhubungan intim karena dianggap bisa merusak lingkungan.

Dilansir dari DailyMailUK (23/09), gagasan ini bermula dari organisasi perlindungan hewan PETA cabang Jerman. Mereka mengklaim bahwa pria berkontribusi lebih banyak terhadap krisis iklim dibandingkan wanita, lewat konsumsi daging.

Kesimpulan ini diambil dari penelitian ilmiah terbaru lewat jurnal PLOS One. Mereka menemukan bahwa pria menyumbangkan 41% lebih banyak gas rumah kaca daripada populasi wanita dengan kebiasaan makan mereka.

Baca Juga: Bikin Greng! Ini 5 Manfaat Susu Kayu Manis Untuk 'Morning Sex'" selengkapnya


Karena kebanyakan pria lebih aktif mengonsumsi makanan dari hewan, seperti daging sapi, ayam, kambing dan sebagainya. Lalu apa kaitannya dengan lingkungan?

Pria yang Konsumsi Daging Dilarang Berhubungan Intim, Ini SebabnyaPria yang Konsumsi Daging Dilarang Berhubungan Intim, Ini Sebabnya Foto: Getty Images/iStockphoto

Banyak pengamat lingkungan yang menyebut, bahwa peternakan hewan seperti peternakan sapi atau ayam ini menghasilkan limbah yang merusak lingkungan. Serta efek rumah kaca dari lahan yang digunakan untuk peternakan, alih-alih untuk menanam pepohonan atau tumbuhan yang bisa menghentikan krisis iklim.

Dari jurnal ini, PETA Jerman mendorong para wanita untuk melakukan penolakan saat diajak berhubungan intim atau hubungan seks, oleh pasangan mereka yang masih makan daging atau produk hewani lainnya.

Gunanya untuk mendorong kesadaran pada pria agar mereka mau beralih ke pola makan yang lebih ramah lingkungan.

"Kita pasti tahu jenis pria apa yang dimaksud. Contohnya, pria-pria yang sudah menjadi ayah dan tinggal di pinggiran kota. Hobinya minum bir, dan masak daging di atas panggangan mereka yang harganya mencapai belasan juta rupiah," jelas Daniel Cox, selaku ketua dari PETA Jerman.

"Sekarang kita memiliki bukti ilmiah bahwa maskulinitas (toxic masculinity) juga merusak iklim," sambung Daniel. Ia mengaitkan dengan kebiasaan para pria yang merasa lebih percaya diri jika mengonsumsi daging.

Couple on Valentine day enjoy in love. They are in bedroom, having romantic moment together embracing, kissing and smilingIlustrasi hubungan intim. Foto: Getty Images/svetikd

Isu tentang konsumsi daging pada pria, serta kebiasaan pria memanggang daging yang sudah jadi budaya di negara Barat memang sudah disorot sebelumnya.

"Kalau kalian mau menyelesaikan masalah krisis iklim, ya kita perlu mengurangi konsumsi daging. Menurut saya hal ini tidak akan terjadi, selama ada sisi maskulinitas yang dibangun dikonsumsi daging," ungkap politisi Sandrine Rousseau yang menyebut bahwa kebiasaan pria panggang daging termasuk dalam simbol maskulinitas pria.

"Kami sebenarnya tidak terlalu peduli dengan kehidupan seks kalian, yang kita pedulikan adalah tentang planet ini dan hewan-hewan yang hidup di dalamnya," pungkas Dr. Carys Bennet, selaku proyek manajer di PETA Inggris.

Seperti diketahui sebelumnya, lewat penelitian dari Stanford University dan Berkeley California. Ditemukan fakta bahwa mengurangi konsumsi dan produksi daging di seluruh dunia dalam jangka 15 tahun, bisa memangkas emisi karbon global sebesar 68%.

Baca Juga: kuti 4 Pola Makan Ini Agar Gairah Seksual Tetap Kuat" selengkapnya



Simak Video "KuTips: Penting! 4 Cara Tepat Mengolah Daging Saat Darurat PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT