Rekor Harga Telur Rp 33.000/Kg, Ini 7 Makanan Protein Tinggi Penggantinya

ADVERTISEMENT

Rekor Harga Telur Rp 33.000/Kg, Ini 7 Makanan Protein Tinggi Penggantinya

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Kamis, 25 Agu 2022 12:30 WIB
Ilustrasi edamame
Foto: Getty Images/iStockphoto/Magone
Jakarta -

Harga telur ayam di pasaran kini tengah meroket. Disebut mencapai rekor harga tertinggi dalam 5 tahun terakhir, telur ada yang dijual sampai Rp 33.000 per kg!

Beberapa minggu belakangan, harga telur terus mengalami kenaikan. Mengutip detikfinance (24/8), harga telur saat ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir.

Di situs-situs resmi harga pangan, harga telur di DKI Jakarta mencapai sekitar Rp 31 ribu. Namun di warung, ada yang menjualnya sampai Rp 33.000. Hal ini disampaikan seorang pedagang di Pasar Ciputat.

"Saya masih (jual) Rp 31.000/kg, tapi kalau di warung sudah ada yang sampai Rp 33.000/kg," kata Yanti ditemui detikcom, Minggu (21/8/2022).

Baca Juga: Harga Telur Ayam Tembus Rp 33.000/Kg, Peternak: Tertinggi Sepanjang Sejarah!

Penyebab kenaikan harga telur diduga karena beberapa hal. Mulai dari adanya permintaan yang tinggi untuk pengadaan bantuan sosial (bansos), harga bibit petelur ayam yang tinggi, hingga penurunan populasi ayam petelur.

Telur memang jadi bahan makanan favorit di Indonesia. Selain rasanya enak dan mengolahnya gampang, makanan ini tergolong padat nutrisi dengan keunggulan tinggi protein.

Dalam sebutir telur ayam ukuran besar (sekitar 50 gram) bisa mengandung 6 gram protein. Di dalamnya juga terkandung asam amino esensial dan kalori sekitar 78 kkal.

Namun jika harga telur sedang meroket, kamu bisa mengandalkan bahan makanan sumber protein tinggi lainnya. Bahan makanan ini tak kalah enak dan bergizi.

Berikut 7 alternatif bahan makanan tinggi protein selain telur, seperti dikutip dari Self (25/8):

1. Tempe

Mengiris tempe tipis-tipis bisa jadi trik membuat gorengan renyah lebih tahan lama.Foto: Getty Images/iStockphoto/PicturePartners

Tempe sejak dulu jadi bahan makanan murah dan bergizi favorit orang Indonesia. Siapa sangka tempe juga termasuk sumber protein tinggi? Tiap 85 gram sajiannya, bisa mengandung 16 gram protein.

Tempe yang dibuat dari kedelai fermentasi ini punya tekstur lebih padat dan rasa lebih 'nutty' ketimbang 'saudaranya' yaitu tahu. Bonus lainnya, tempe mudah dikreasikan menjadi berbagai olahan tradisional yang sedap.

2. Edamame

Edamame adalah kacang kedelai berwarna hijau terang yang dipanen saat masih muda. Di Indonesia, harga edamame masih relatif terjangkau. Jenis kacang ini disukai karena rasanya gurih manis dan teksturnya lembut.

Edamame bisa diandalkan sebagai sumber protein karena tiap 1/2 cup-nya atau sekitar 64 gram mengandung 9 gram protein. Edamame enak dijadikan camilan sehat dengan cara merebusnya atau dicampurkan ke dalam tumisan sayuran dan salad.

3. Ikan tuna kalengan

Ikan tuna kalengan untuk nasi gorengFoto: iStock

Bahan makanan hewani mengandung protein lebih tinggi. Selain salmon yang harganya relatif mahal, kamu bisa mengonsumsi ikan tuna kalengan. Tiap kemasan seberat 184 gram mengandung sekitar 31 gram protein.

Keunggulan lain, ikan tuna juga kaya asam omega-3. Lalu seperti makanan kalengan pada umumnya, tuna kalengan tergolong awet dan praktis. Untuk ide pengolahannya bisa jadi isian sandwich atau ditumis.

4. Selai kacang

Di pasaran beredar banyak merek selai kacang. Pilih yang dibuat dengan bahan sealami mungkin. Tiap 2 sendok makan (sdm) selai kacang mengandung sekitar 8 gram protein.

Nutrisi lainnya, selai kacang mengandung banyak serat. Namun perhatikan kandungan lemaknya karena bisa mencapai 16 gram per saji. Selai kacang enak dijadikan olesan roti atau dijadikan cocolan apel.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



Simak Video "Bikin Laper: Mie Ayam Bejo Super Endul"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT