ADVERTISEMENT

Mulia! Penjual Gulali Ini Bakal Beri Dagangannya ke Panti Asuhan Jika Tak Laku

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 22 Agu 2022 13:30 WIB
Mulia! Penjual Gulali Ini Bakal Beri Dagangannya ke Panti Asuhan Jika Tak Laku.
Foto: TikTok @frmnaryadi
Jakarta -

Kakek penjual gulali ini sudah 20 tahun berjualan. Di kala dagangannya sepi pembeli, ia membawa pulang kembali atau membagikannya ke panti asuhan.

Menjadi penjual makanan bukanlah pekerjaan mudah. Penjual harus siap risiko jika dagangan miliknya tidak laku.

Kondisi ini tentunya bisa sangat merugikan. Dengan terpaksa dagangan harus dibuang atau dibawa kembali ke rumah untuk dijual keesokannya, tetapi berbeda dengan kakek penjual gulali satu ini.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @frmnaryadi, terlihat seorang pria tua yang sedang duduk di perempatan lampu merah Sultan Adam, Banjarmasin, sambil memegang dagangan gulalinya.

Pengguna Tik Tok bernama Firman itu lalu meminta sang kakek untuk merapat ke pinggir jalan karena ia mau membeli gulali itu.

Detikfood mengkonfirmasi kepada Firman (22/08), ia mengatakan karena kondisinya sudah tua, bapak ini tidak bisa lama berdiri. Firman pun menemukan kakek ini ketika sedang duduk di trotoar.

Mulia! Penjual Gulali Ini Bakal Beri Dagangannya ke Panti Asuhan Jika Tak Laku.Pengguna Tik Tok bernama Firman itu lalu meminta sang kakek untuk merapat ke pinggir jalan karena ia mau membeli gulali itu. Foto: TikTok @frmnaryadi

Gulali yang dijual kakek itu seharga Rp 5 ribu. Terlihat stoknya masih banyak saat Firman ingin membelinya. Sang kakek juga mengalungi kertas yang berisi informasi dan harga dari gulali.

Ketika ditanya oleh Firman berapa lama kakek ini berjualan, ia mengungkap bahwa dirinya sudah berjualan gulali kurang lebih 20 tahun.

Mulia! Penjual Gulali Ini Bakal Beri Dagangannya ke Panti Asuhan Jika Tak Laku. Sang kakek juga mengalungi kertas yang berisi informasi dan harga dari gulali. Foto: TikTok @frmnaryadi

Biasanya kakek yang tidak diketahui namanya itu berjualan dari pagi hingga sore. Dirinya masih kuat untuk berkeliling naik motor dari satu tempat ke tempat untuk menjual gulalinya.

Sebenarnya gulali tersebut bukan jualan buatannya sendiri. Ia mengambilnya dari orang kemudian menjualnya lagi.

Keuntungan yang diraupnya terbilang kecil. Kakek ini mengaku hanya mendapat Rp 2.500 dari tiap penjualan 1 gulali.

Dulunya kakek ini bisa berjualan di sekitar pantai, namun karena jarak yang jauh, ia lebih memilih untuk jualan di perkotaan. Dirinya biasa 'mangkal' dari kafe ke kafe atau di lampu merah.

Firman juga bercerita bahwa jualan gulali kakek itu dulunya ramai, tetapi kini sudah kurang peminatnya. "Dulu kata beliau rame kak jualannya, sekarang kurang peminatnya," ucap Firman kepada detikfood.

Kakek itu juga bercerita soal nasib dagangannya yang tak laku. Selain dibawa pulang, kakek ini biasanya juga memberikan gulali ke panti asuhan. "Kalau nggak laku dibawa pulang atau dikasih ke panti asuhan," ucapnya.

Mendengar kisah kakek penjual gulali itu, Firman semakin tergerak untuk membeli sebagian gulali. Sementara sisanya bisa dibagikan ke panti asuhan.

Mulia! Penjual Gulali Ini Bakal Beri Dagangannya ke Panti Asuhan Jika Tak Laku.Kakek itu juga bercerita soal nasib dagangannya yang tak laku. Selain dibawa pulang, kakek ini biasanya juga memberikan gulali ke panti asuhan. "Kalau nggak laku dibawa pulang atau dikasih ke panti asuhan," ucapnya. Foto: TikTok @frmnaryadi

"Alhamdulillah kemarin aku ada rezeki sedikit. Aku beli dagangan beliau semua, tapi aku cuman ambil 2. Sisanya aku suruh bagiin ke panti aja," pungkas Firman.

Video haru ini pun telah menembus 4.262 penonton. Banyak dari netizen yang cukup prihatin dengan kondisi jualan gulali kakek itu.

"Semoga lancar rezekinya, sehat selalu ya pak," komentar netizen.

Ada juga netizen yang mengungkap bahwa gulali dagangan kakek itu terbilang cukup murah dibandingkan di tempatnya.

"Murah banget cuma 5 ribu. Ditempatku 10 ribu itu. Open donasi kak," ungkap netizen tersebut.



Simak Video "Misteri Orang Jawa Suka Makanan Manis"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT