ADVERTISEMENT

Sebelum Istilah Umami Populer, Indonesia Sudah Mengenal Rasa Kelima

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 18 Agu 2022 08:00 WIB
Sebelum Istilah Umami Populer, Indonesia Sudah Mengenal Rasa Kelima.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Sepertinya semua masakan tak lengkap jika tidak ditambah penyedap atau rasa umami. Tanpa disadari, ternyata masakan Indonesia dari dulu sudah memiliki rasa kelima itu.

Jauh sebelum orang Jepang memperkenalkan rasa umami atau bisa dibilang rasa gurih, ternyata Indonesia sudah memiliki banyak variasi tentang rasa kelima dari sebuah masakan.

Rasa kelima ini adalah bagian dari pelengkap rasa masakan. Zaman dahulu, orang Sunda sering menyebutnya sebagai 'papat lima pancer' yang terdiri dari rasa asin, manis, asam, dan pahit yang harus dilengkapi dengan rasa kelima.

Orang zaman dulu mungkin belum mengenal istilah gurih. Belum ada pula produk penyedap rasa seperti sekarang.

Mereka membuat penyedap rasa pada masakan hanya dengan menggabungkan dua elemen. Elemen darat yaitu gula dan elemen laut yaitu garam. Kombinasi keduanya akan menghasilkan keseimbangan rasa.

Chef traveler, Wira Hardiyansyah dalam acara "Penyedap Riwayat Dulu" di Instagram Live @kelasbalado (16/08) mengungkap, "Sebelum ada istilah gurih, dulu orang Indonesia hanya pakai garam dan gula untuk menciptakan rasa gurih itu, paling ditambah dengan santan. Tapi zaman dulu cuma garam dan gula yang akan menciptakan rasa gurih."

Sebelum Istilah Umami Populer, Indonesia Sudah Mengenal Rasa Kelima.Chef traveler, Wira Hardiyansyah dalam acara "Penyedap Riwayat Dulu" di Instagram Live @kelasbalado (16/08) mengungkap bahwa sebelum ada istilah gurih, orang Indonesia hanya mencampur garam dan gula untuk membuat rasa gurih itu. Foto: Instagram / @wirahardiyanshah2.0

Mungkin jika dipikir kembali, empat elemen rasa tadi sudah cukup, namun banyak orang yang harus menambah rasa kelima untuk masakannya.

Chef Wira pun menyatakan bahwa itu semua tentang keseimbangan rasa dan selera masing-masing orang. "Dari zaman dulu memang udah jadi budaya dan balik lagi ke keseimbangan rasa," ucapnya pada acara Instagram live.

Chef Wira menambahkan, "Kalau ngomongin rendang, ada orang yang mikir rendang wajib pakai santan yang bisa menghasilkan rasa gurih, tapi ada orang yang nggak mau pakai santan. Mereka lebih milih pakai kemiri. Pada akhirnya, orang bikin rendang bukan hanya pakai garam gula, tapi ada rasa kelima tadi yang didapat dari beberapa bahan."

Sebelum Istilah Umami Populer, Indonesia Sudah Mengenal Rasa Kelima.Masakan Indonesia sendiri memang erat dengan penggunaan rempah-rempah atau bumbu, namun tetap saja banyak yang masih merasa bahwa rempah-rempah itu tidak cukup memberikan rasa yang lengkap. Foto: Getty Images

Masakan Indonesia sendiri memang erat dengan penggunaan rempah-rempah atau bumbu, namun tetap saja banyak yang masih merasa bahwa rempah-rempah itu tidak cukup memberikan rasa yang lengkap. Menurut Chef Wira ini karena selera orang berbeda-beda.

Dari sinilah penyedap atau rasa kelima itu tadi digunakan untuk menyempurnakan rasa makanan. Konsep soal rasa kelima pun mendunia.

Dalam acara tersebut, Chef Wira juga mengungkap bahwa penjelajah China terkenal, Cheng Ho saja hanya membawa penyedap dalam perjalanan kapalnya. Ia tidak membawa gula atau garam lagi.

"Cheng Ho sudah tinggal bawa penyedap aja. Akhirnya Cheng Ho berani mengambil banyak karena ia mau melakukan perjalanan jauh. Dan penyedap itu dijadikan barang tukar dagang," pungkas Chef Wira.

Istilah penyedap atau rasa kelima kini semakin diketahui. Pada akhirnya, banyak penyedap rasa praktis yang hadir dengan tujuan agar masakan tidak perlu ditambah garam, gula, atau bumbu lain lagi. Hanya dengan menambahkan penyedap saja, masakan sudah terasa sedap.



Simak Video "Atlet Pesilat Ini Sedih Bendera Indonesia Tak Berkibar di Thomas Cup"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT