ADVERTISEMENT

Dulu Sangat Populer, Kini Alpukat Malah Tidak Laku di Australia

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 28 Jul 2022 10:30 WIB
Manfaat makan alpukat tiap hari
Foto: Getty Images/iStockphoto/serezniy
Jakarta -

Sempat disebut sebagai buah kesukaan gen millenial. Kini popularitas buah alpukat di Australia menurun drastis, bahkan tidak laku di pasaran.

Alpukat masuk ke dalam daftar buah kekinian yang sering diaplikasikan di berbagai makanan sehat. Seperti smoothies, acai bowl, roti panggang sampai salad.

Buah dengan tampilan hijau cerah ini mampu menyihir banyak orang, terutama di Australia, yang terkenal dengan warga yang sangat suka mengonsumsi alpukat.

Dilansir dari Junkee (27/07), hal ini ternyata sudah tidak berlaku lagi. Pasalnya, buah yang dulu dianggap simbol makanan di Australia kini penjualannya menurun drastis. Sampai-sampai para petani alpukat memohon agar orang mulai makan alpukat lagi.

Baca Juga: Wouw! Alpukat Langka Ini Punya Panjang Hampir Semeter" selengkapnya


Hal ini dijelaskan dalam salah satu penelitan konsumen oleh Rabobank. Disebutkan bahwa alpukat terancam menumpuk, karena rata-rata kini petani alpukat Australia memasok 22 alpukat untuk satu orang Australia.

Karenanya stok alpukat yang melimpah membuat alpukat bergelimpangan dengan jumlah pembeli atau peminat yang tetap sama.

Rupanya stok alpukat yang melimpah ini dimulai dari panen alpukat di Australia Barat, yang menyebabkan peningkatan produksi alpukat sebanyak 265% dari total produksi alpukat tahun lalu.

Avocado on old wooden table in bowl. Halfs of avocados fresh fruits healthy food.Avocado on old wooden table in bowl. Halfs of avocados fresh fruits healthy food. Foto: iStock

Tentunya dengan stok alpukat sebanyak itu, para petani Australia kebingungan menjual produk buah mereka yang berlebihan. Mereka juga takut harus terpaksa membuang buah alpukat mereka, untuk kembali menstabilkan. pasar alpukat di Australia.

"Beberapa petani alpukat mulai menebang pohon alpukat yang tua, atau pohon alpukat yang tidak terlalu bagus kualitasnya," ungkap pemimpin perusahaan Avocados Australia, Jim Kochi.

Menurutnya ini merupakan titik terendah para petani alpukat selama 20 tahun terakhir di Australia. Ditambah isu peningkatan biaya kerja dan pupuk.

"Dengan semua peningkatan biaya kerja dan pupuk, menurut saya ini merupakan tantangan tersendiri untuk petani kecil atau petani besar. Karena para petani dituntut untuk bertanggung jawab menyediakan buah yang berkualitas tinggi, serta memiliki metode pertanian yang diinginkan konsumen," ungkap Jo Houghton, seorang petani alpukat asal Australia.

Kesimpulannya menurunnya popularitas alpukat di Australia ini dipicu dengan kenaikan stok di sana. Karena kelebihan stok maka menumpuk di mana-mana.

Baca Juga: Keren! Kondominium Ini Bentuknya Buah Alpukat yang Instagrammable" selengkapnya



Simak Video "Avolato, Paduan Alpukat dan Gelato yang Lezat Menyehatkan"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT