ADVERTISEMENT

Berat Bayar Sewa Mahal, Pemilik Kafe Ini Jual Kedainya Rp 441 Juta

Diah Afrilian - detikFood
Minggu, 19 Jun 2022 18:00 WIB
Berat Bayar Sewa Mahal, Pemilik Kafe Ini Jual Kedainya Rp 441 Juta
Foto: Must Share News
Jakarta -

Terdampak inflasi harga properti, pemilik kedai ini mengeluhkan naiknya harga sewa. Ia yang tak mampu memperpanjang sewanya memilih untuk menjual kedainya seharga Rp 441 juta.

Tidak hanya bahan makanan saja, setiap tahunnya berbagai kebutuhan hidup juga mengalami kenaikan harga. Termasuk harga tanah dan properti yang semakin hari, semakin melonjak tinggi.

Dampaknya, banyak pedagang yang kini tidak lagi mampu dan merasa berat membayar sewa kedainya. Hal ini menjadi salah satu faktor banyak bisnis kuliner mulai tutup satu per satu.

Bisnis yang sedang melemah akibat pandemi ditambah beban sewa yang terlalu tinggi membuat para pedagang kaki lima sulit bertahan. Pemilik kedai kopi ini bahkan menyerah dan memilih untuk menjual kedainya saja.

Berat Bayar Sewa Mahal, Pemilik Kafe Ini Jual Kedainya Rp 441 JutaKedai kopi ini dijual dengan harga Rp 441 juta. Foto: Must Share News

Mengutip Must Share News (15/6), Singapura menjadi negara yang kini tengah mengalami lonjakan harga properti terlalu tinggi. Efeknya banyak para pedagang dan pemilik kedai yang harus membayar sewa lebih mahal.

Sementara pandemi yang masih dalam masa pemulihan belum mampu mengembalikan keuntungan bisnisnya sama seperti sebelum pandemi. Dampaknya, banyak penjual merugi akibat menanggung beban sewa yang tidak sebanding dengan pendapatannya.

Sebuah kedai kopi di kawasan Tampines, Singapura digadang-gadang tengah dipasarkan. Pemilik kedai kopi yang saat ini mengelolanya mengaku keberatan akibat biaya sewa yang lebih tinggi sehingga berencana untuk menjual kedainya seharga Rp 441 juta.

Bukan menjadi kafe yang pertama dijual karena pemiliknya tak mampu menanggung biaya operasional, sebelumnya ada sebuah kafe yang dijual seharga Rp 331 juta di kawasan Bukit Batok.

Berat Bayar Sewa Mahal, Pemilik Kafe Ini Jual Kedainya Rp 441 JutaHal ini lantaran pemiliknya tak sanggup bayar sewa. Foto: Must Share News

Kedai kopi 23 tahun ini juga diumumkan akan tutup secara permanen setelah laku terjual dan kepemilikannya resmi berpindah tangan. Pasalnya bukan hanya biaya sewa yang harus ditanggung, tetapi juga upah para pekerja yang tak sanggup lagi dibayarkan.

Menurut laporan yang sudah diterima, tidak hanya kedai yang dijual tetapi banyak pemilik toko yang meninggalkan begitu saja kedai mereka setelah harga sewanya dinaikkan. Kenaikan harga sewa yang dikeluhkan ini bahkan tercatat hampir dua kali lipat dari sebelumnya.

Harga sewa yang awalnya dipatok Rp 63 juta per bulan bisa dinaikkan menjadi Rp 106 juta per bulannya. Tidak hanya membutuhkan bantuan dari pelanggan, para pemilik kedai juga berharap ada bantuan dari pihak berwajib terutama pemerintah yang mengkondisikan harga sewa untuk kedai-kedai sederhana.

"Mungkin orang lain akan lebih merasakan nilai dari bangunan ini ketika harganya semakin naik di masa depan. Karena kontrak sewanya masih sangat panjang, kemungkinan untuk menjualnya dengan harga yang lebih tinggi lagi dan mengambil keuntungan sewa akan lebih besar," kata Mak selaku konsultan properti.



Simak Video "Tanpa Lengan Kanan, Tukang Bubur Menembus Medali Emas Panahan Para Games"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT