ADVERTISEMENT

7 Nama Makanan Indonesia dari Bahasa Asing, Ada Cincau dan Bolu

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Senin, 30 Mei 2022 18:30 WIB
caramel swiss roll slices on a round wooden cutting board
Foto: Getty Images/milanfoto
Jakarta -

Orang Indonesia pasti tak asing dengan nama-nama makanan berikut. Siapa sangka nama makanan berikut berasal dari bahasa asing. Mulai dari bahasa China, Portugis, hingga Inggris.

Asal-usul mengenai nama makanan selalu menarik. Ada cerita hingga sejarah panjang di baliknya yang dipengaruhi oleh berbagai hal, utamanya mengenai pengaruh budaya negara lain.

Hal ini juga tercermin dari penamaan nama makanan di Indonesia. Pada masa zaman penjajahan Belanda, misalnya, masyarakat tanah air mengenal hidangan perkedel dan bistik.

Lalu bangsa Portugis mempengaruhi penamaan kue yang kita kenal sekarang sebagai bolu. Nama-nama dari bahasa tersebut lantas mengalami penyesuaian dengan dialek lokal hingga kerap dikira bahasa Indonesia.

Mengutip Good News from Indonesia (GNFI) (16/5) dan berbagai sumber, inilah 7 nama makanan Indonesia yang berasal dari bahasa asing:

1. Perkedel

Bukan Makanan Asli Indonesia Perkedel Jadi Lauk Soto, Ini SebabnyaFoto: iStock

Perkedel jadi makanan favorit orang Indonesia karena teksturnya yang gurih lembut. Hidangan ini dikenal saat penjajahan Belanda di Indonesia. Nama perkedel ternyata merupakan serapan dari bahasa Belanda yaitu "frikadel" atau "frikadeller".

Frikadel secara harfiah berarti daging cincang yang dilumat lalu digoreng. Namun di Indonesia, pada akhirnya perkedel lebih identik dibuat dari kentang karena merupakan hasil bumi yang lebih mudah didapat.

2. Bistik

Nama makanan Indonesia yang juga berasal dari bahasa asing adalah bistik. Dalam bahasa Inggris sebutannya "beef steak", sedangkan dalam bahasa Belanda "biefstuk" alias daging sapi.

Orang Belanda menyantap biefstuk dengan kentang, kacang polong, dan wortel. Hidangan ini kemudian mengalami penyesuaian. Di Jawa, bistik dimasak dengan cara digoreng dan dibumbui pala, merica, hingga kecap manis. Bistik disajikan dengan daun selada, setup wortel dan buncis, kentang goreng, dan saus mustard. Untuk hidangan serupa bistik, orang Solo mengenalnya sebagai selat solo.

Baca Juga: Sup dan Bistik, Hidangan Lezat Hasil Akulturasi Kuliner Belanda dan Jawa

3. Nasi tim

Nasi tim ayam jamurFoto: Getty Images/iStockphoto/Ika Rahma

Nasi tim merupakan hidangan akulturasi Tiongkok dan Indonesia. Lembutnya nasi putih diberi topping daging cincang berbumbu manis gurih, umumnya berupa daging ayam atau sapi. Nasi tim juga kerap disajikan dengan semangkuk kaldu hangat.

Kata "tim" pada nasi tim konon berasal dari kata "steam" dalam bahasa Inggris yang berarti kukus. Hal ini merujuk pada proses pemasakan nasi tim yang memang dikukus.

4. Lumpia

Nama jajanan khas Semarang, lumpia bukan berasal dari bahasa Indonesia melainkan bahasa Mandarin yaitu "lun" atau "lum" yang berarti lembut, sedangkan "pia" berarti kue.

Versi lain menyebutkan nama lumpia diambil dari nama Olympia Park yang merupakan pasar malam Belanda pada sekitar abad 19. Banyak orang lantas menjadikan nama tempat makanan ini dijual sebagai nama makanan itu sendiri.

Baca Juga: Ada Sejak Abad 19, Lumpia Semarang Tetap Digemari dan Jadi Oleh-oleh Wajib!

Nama makanan Indonesia dalam bahasa asing masih ada di halaman selanjutnya.



Simak Video "Kelezatan Hidangan Indonesia Diperkenalkan ke Wisman"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT