Sajian Lezat Lebaran

Tips Bikin Ketupat Anti Gagal! Dijamin Pulen dan Tak Cepat Basi

Devi Setya - detikFood
Minggu, 01 Mei 2022 06:00 WIB
Lebaran Topat, Tradisi Makan Ketupat di Lombok yang Sarat Makna
Foto: iStock
Jakarta -

Membuat ketupat memang susah-susah gampang. Jadi harus tahu dulu tips dan triknya agar ketupat matang sempurna, pulen, dan tak cepat basi.

Ada saja hal yang membuat gagal saat bikin ketupat. Misalnya ketupat kurang matang, terlalu lembek, atau justru terlalu keras. Ada juga yang mengeluh ketupat cepat basi.

Untuk memasak ketupat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti jenis beras, teknik mengisi beras, hingga teknik merebusnya. Chef Tobing dari The Hermitage Hotel Jakarta mengatakan ketupat membutuhkan waktu lama untuk direbus jadi jangan asal ketika membuatnya.

Pedagang tengah membuat ketupat di kawasan Pasar Sektor 2 Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (19/7/2021). Menjelang hari raya Idul Adha yang akan jatuh pada Selasa (20/7), pedagang ketupat diserbu oleh masyarakat.Ilustrasi kulit ketupat Foto: Grandyos Zafna

"Ketupat itu rebusnya lama. Kalau cara manual pakai kompor ya bisa berjam-jam. Apalagi kalau ketupatnya banyak. Jadi sayang sekali kalau hasilnya tidak maksimal," ujar Chef Tobing kepada DetikFood beberapa waktu lalu.

Chef Tobing juga membagikan beberapa tips membuat ketupat anti gagal.

Tekstur ketupat sangat dipengaruhi oleh jenis beras yang dipakai. Chef Tobing menyarankan untuk menggunakan beras yang pulen karena akan menghasilkan ketupat yang lembut dan padat. Sebaliknya jika menggunakan beras yang pera, hasil ketupat akan keras dan cenderung tidak padat.

Ketika diisi ke dalam kulit ketupat usahakan jangan sampai penuh. Kamu bisa mengisi 3/4 bagian kulit ketupat, sisakan ruang agar beras bisa mengembang sempurna.

Jika beras terlalu sedikit maka ketupat akan lembek, sementara jika beras terlalu penuh justru akan membuatnya keras dan sulit untuk membuat bagian dalamnya matang sempurna.

Ketupat bisa direbus dengan cara klasik menggunakan kompor ataupun direbus menggunakan panci presto. Dua cara ini bisa dilakukan dan sama-sama menghasilkan ketupat yang enak.

"Kalau tradisionalnya ya di kampung-kampung biasanya direbus pakai kayu bakar. Ini hasil ketupatnya lebih matang sempurna dan ada aroma kayu bakarnya. Tapi kalau sekarang orang lebih suka pakai kompor atau panci presto," kata Chef Tobing.

Lebih lanjut, Chef Tobing menjelaskan jika air rebusan ketupat berkurang, jangan pernah menambahkan dengan air dingin. Selalu gunakan air panas untuk ditambahkan ke dalam rebusan ketupat.

Jika menggunakan air dingin, ketupat akan cepat basi karena proses masaknya tidak berjalan maksimal. Suhu air yang panas akan menurun drastis sehingga membuat ketupat tak matang dengan baik.

Lebaran Topat, Tradisi Makan Ketupat di Lombok yang Sarat MaknaKetupat yang sudah matang Foto: iStock

Pastikan ketupat sudah matang sempurna sebelum diangkat. Cara mengeceknya mudah, cukup angkat satu ketupat lalu tekan dengan kuat bagian permukaannya. Jika sudah keras maka ketupat sudah siap disajikan.

Setelah matang, simpan ketupat dengan cara digantung. Proses ini membuat ketupat kering dan mendapat sirkulasi udara sehingga tak membuatnya cepat basi. Ketupat seperti ini bisa bertahan hingga 3 hari.


Untuk menghangatkan ketupat, simpan ketupat dalam rice cooker selama beberapa menit sebelum dinikmati. Ketupat hangat paling pas dinikmati dengan opor, rendang dan juga sambal goreng kentang.



Simak Video "Laris Manis! Cangkang Ketupat Diburu Masyarakat Jelang Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/adr)