Musim Mudik, Omzet Warung Lamongan di Rest Area KM 429 Capai Rp 150 Juta

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 26 Apr 2022 17:00 WIB
Omzet warung Lamongan di rest area KM 429 Semarang capai Rp 150 juta
Foto: detikcom
Jakarta -

Memasuki musim mudik, warung pecel lele Lamongan di rest area KM 429 Semarang ini selalu jadi incaran pemudik. Omzetnya bahkan bisa mencapai Rp 150 juta per bulan.

Warung Lamongan dapat dikatakan menjamur di berbagai daerah. Menu-menu yang ditawarkan di warung Lamongan merupakan golongan 'comfort food' yang banyak dicari orang.

Mulai dari ayam goreng, bebek goreng, lele goreng hingga tahu tahu. Ketika berada di tempat baru, pasti orang akan tertuju pada menu tersebut karena mereka sudah tahu bagaimana rasanya.

Terlebih ketika berada di rest area. Di rest area KM 429 Semarang ada sebuah warung bernama Lamongan Berkah Yuni yang kerap jadi pilihan pemudik untuk makan.

Baca Juga: 30 Menit di Rest Area Bisa Belanja Oleh-oleh di RA KM 429 Semarang

Omzet warung Lamongan di rest area KM 429 Semarang capai Rp 150 jutaSuasana warung Lamongan di rest area KM 429 Semarang Foto: detikcom

Warungnya berada di paling ujung, berseberangan dengan area pujasera. Kepada detikcom (18/04) Yuni selaku pemilik warung mengatakan bahwa ia sudah berjualan di rest area sejak tahun 2017.

Menu yang ditawarkan merupakan ayam goreng, bebek goreng ikan goreng dan soto. Selain menu khas Lamongan, Yuni juga menawarkan kuliner khas Semarang yakni berupa tahu gimbal.

"Harganya ya standar lah dari Rp 14.000 sampai Rp 40.00 ada. Biasanya pemudik ya suka ayam goreng, soto Lamongan sama tahu gimbal karena kuliner khas Semarang juga kan," ujar Yuni.

Lebih lanjut, Yuni mengatakan bahwa setiap bulan ramadan hingga memasuki musim mudik dan arus balik mudik warungnya akan lebih ramai dari biasanya. Karenanya ia melakukan persiapan khusus.

Baca Juga: Efek Pandemi, Tenant Kuliner di Kantin Rest Area KM 19 Banyak yang Tutup

Omzet warung Lamongan di rest area KM 429 Semarang capai Rp 150 jutaOmzet warung Lamongan di rest area KM 429 Semarang capai Rp 150 juta Foto: detikcom

"Kalau menu kan udah ditentuin sama manajemen rest area, persiapan kita setiap musim mudik yang menambah meja buat area makan. Karena kalau musim mudik penuh dari pagi sampai malam," ujarnya.

Selain itu, persiapan lain yang dilakukan oleh Yuni adalah menambah porsi nasi dan lauk-pauk. Dari yang biasanya hanya menyediakan nasi sebanyak 15 liter, menjadi 25-30 liter dalam sehari.

Omzetnya setiap musim mudik pun selalu bertambah pesat dari hari-hari biasanya. Yuni menyebutkan bahwa selama ramadan hingga musim mudik, omzetnya bisa mencapai Rp 150 juta per bulan.

"Ramai banget kalau musim mudik. Biasanya H-7 sebelum lebaran itu sudah mulai penuh rest area. Kalau pas buka atau sahur mereka makan di sini, karena menunya rumahan jadi banyak yang pilih," ujar Yuni.

Namun, selama masa pandemi yang mengharuskan adanya larangan mudik omzet warung Yuni sempat menurun. Yuni berharap dengan diperbolehkannya lagi mudik di tahun ini bisa meningkatkan omzetnya lagi.

Baca Juga: 5 Warung Soto Legendaris di Jakarta, Ada Soto Betawi hingga Soto Padang



Simak Video "Warga Polewali Mandar Pesta Durian: Makan Sepuasnya Gratis!"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)